AHY: Jangan Berdebat Kebijakan di Depan Publik, Ayo Maju Akhiri Krisis ini

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono prihatin dengan Indonesia yang sudah melawan Covid-19 ini hampir delapan bulan. Pandemi Covid-19 ini juga belum mereda, bahkan vaksin pun masih diuji coba untuk nantinya akan dipergunakan. Hingga kini hanya usaha dalam menjaga kesehatan agar virus corona ini tidak menyebar.

“Hampir delapan bulan kita bergelut dengn Covid-19, ancaman resesi di depan mata. Akan tetapi, kasus positif terus naik,” kata Agus Harimurti Yudhoyono atau akrab disapa AHY dalam akun Twitter @AgusYudhoyono yang dikutip AKURAT.CO, Selasa (15/9/2020).

“Pemerintah pusat, pemda, pakar pandemi, pelaku usaha, dan masyarakat harus punya visi yang sama: mengakhiri pandemi. Utama keselamatan rakyat untuk selamatkan ekonomi akibat pandemi,” katanya.

AHY juga meminta semua pihak hindari perdebatan kebijakan di muka publik. “Kita bergandengan tangan menyelamatkan masyarakat dari pandemi dan resesi ekonomi. Masa mau begini terus? Ayo kita maju, akhiri krisis ini,” kata dia.

Sebelumnya justru Wakil Sekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengeluhkan harga swab test Covid-19 mandiri yang mahal. Pemerintah diminta menetapkan harga standar acuan agar harga swab test seluruh RS sama. Sehingga tidak menyulitkan masyarakat banyak.

Permintaan itu ia sampaikan melalui akun twitternya @jansen_jsp pada Selasa siang (15/9/2020). Di tengah melonjaknya jumlah penderita terkonfirmasi positif dan angka kematian akibat Covid-19, test swab, kata dia, adalah kunci untuk deteksi dini Covid-19.

“Karena test adalah kunci deteksi corona baiknya pemerintah cq @KemenkesRI segera keluarkan aturan standarnisasi harga SWAB Mandiri. Buat terjangkau dan harganya sama disemua RS. Orang secara sadar sudah mau test dirinya malah mahal sekali. Kemarin saya Swab kena 2,4 Juta. RT keras!,” kata Jansen.

Pemerintah, kata dia, perlu belajar dari kasus sebelumnya. Dimana, harga rapid test bervariasi di RS. Sehingga, masing-masing RS menetapkan sendiri harga rapid test bagi masyarakat. Karenanya, ditengah melonjaknya kasus Covid-19 ini, pemerintah perlu membuat aturan standarisasi harga swab test.

“Dulu harga Rapid juga gila-gilaan. Komersil. Sebelum diatur Rp 150 ribu. Bagi yang terpaksa tetap aktivitas keluar rumah dimasa Covid melakukan Swab adalah bagian dari “tanggung jawab sosialnya” kepada lingkungan, keluarga bahkan negara. Agar tidak jadi pembawa virus. Harusnya harganya terjangkau,” kata dia.[ sumber laman akurat.co]

Check Also

BMI Dukung KPK Usut Suap KKP

Bintang Muda Indonesia Mendukung KPK mengusut suap di KKP terkait bibit lobster yang berujung pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *