by

AHY Kutuk Keras Peristiwa Teror di SIGI

-Berita, Nasional-68 views

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengutuk keras teror yang terjadi di Sigi Sulawesi Tengah. Menurutnya peristiwa ini jangan sampai menjadi sumber perpecahan dan konflik di masa depan. Untuk itu AHY meminta pemerintah mengusut tuntas kasus ini.

Hal tersebut dikatakan AHY dalam twitternya @ AgusYudhoyono. “Saya mengutuk kejadian teror di Sigi, Sulawesi Tengah yg menewaskan satu keluarga & pembakaran rumah warga. Saya jg mendukung tindakan tegas pemerintah utk mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai ketakutan masyarakat yg berlarut2 menjadi sumber perpecahan & konflik di masa depan,” cuitnya.

Peristiwa Sigi terjadi pada pada Jumat (27/11) pukul 09.00 WITA. Dalam kejadian itu satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh oleh orang tak dikenal. Dari keterangan Sekretaris Desa Lembatongoa, Rifai, korban berjumlah empat orang. Keempat orang yang tewas terdiri dari kepala keluarga bernama Yasa. Korban lainnya adalah istri Yasa, putri Yasa, dan menantu Yasa. Kondisi keempat korban sungguh mengenaskan. Belakangan pemerintah menyebut para pelakunya adalah anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora

Dalam pernyataannya Pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD penyesalkan dan mengutuk keras peristiwa tersebut. “Pemerintah juga dengan ini sekali lagi menyampaikan duka yang mendalam. Dan pemerintah telah bertemu dengan keluarga korban dan juga pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah untuk pemulihan atau trauma healing,” ungkap Mahfud.

Saat ini pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui Satgas Operasi Tinombala, untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku. Disamping itu pemerintah   memperkuat dan memperketat penjagaan serta pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dan pihak-pihak yang ingin mengacau keamanan dan ketertiban di wilayah itu.

Menurut pemerintah peristiwa ini dilakukan oleh kelompok kejahatan yang bernama Majelis Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin oleh Ali Kalora, yang tidak bisa disebut mewakili agama tertentu. “ Ini sebenarnya adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk meneror dan menciptakan suasana yang tidak kondusif dengan tujuan untuk menciptakan kekacauan yang bisa mengoyak persatuan dan memecah-belah bangsa. Tegasnya kita akan mengambil langkah-langkah yang tegas. Sudah mengambil langkah-langkah yang tegas dan akan diteruskan secara lebih tegas lagi,” pungkas Menko Polhukam.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed