by

An offer you can’t refuse

-Opini-201 views

Eben Eser Ginting, SH.

Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Bintang muda Indonesia (BMI)

Persoalan nasabah Jiwasraya hingga kini menjadi masalah yang hingga kini menimbulkan tanda tanya pada kredibilitas pemerintah dalam menghadapinya. Bahwa skema yang diitawarkan oleh pemerintah terhadap nasabah Jiwasraya menemui kebuntuan mengingat bahwa skema yang disampaikan pemerintah tidak pernah melibatkan nasabah Jiwasraya sehingga penolakan mencuat dimana mana.

Bahwa penolakan para nasabah Jiwasraya adalah sikap yang patut di apresiasi mengingat skema yang ditawarkan pemerintah adalah bentuk kekerasan secara tidak langsung dalam negosiasi yang tidak berimbang antara penguasa dan rakyat, pemerintah kian senang mempertontonkan kebolehannya dalam berkuasa seolah olah skema yang ditawarkan adalah solusi muktahir yang pada pokok nya berjudul ” tawaran yang tidak dapat ditolak ” dan bagi yang menolak dapat mengikuti proses likuidasi, adalah pilihan 1 koin 2 wujud dan kesemuanya adalah pilihan buruk.

Pada hakekatnya, produk saving plan yang di beli oleh nasabah Jiwasraya seraya merupakan dana dana yang bersumber dari tabungan para nasabah namun pada proses pengambilan dalam bentuk pembayaran di bayarkan dengan cara sewenang-wenang oleh pemerintah, dan jika demikian apakah pemerintah telah mengabaikan hak hakiki rakyat dalam memperoleh perlindungan yang layak dari negara.

Tanpa disadari skema yang di tawarkan pemerintah merupakan representasi dari kredibilitas pemerintah serta komitmen pemerintah dalam iklim investasi di Indonesia, maka dengan demikian rakyat Indonesia telah tersandera dengan bayangan yang buruk dalam berinvestasi di negara sendiri.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed