Bayar Buzzer Demi Omnibuslaw Pemerintah Dinilai Burukkan citra Artis.

Ketua Departemen Kebijakan Publik DPN Bintang muda Indonesia (BMI) Lency Pramono menjelaskan bahwa dengan melibatkan buzzer, pemain medsos maupun Artis untuk yakinkan masyarakat soal Omnibuslaw dinilai oleh Lency sebagai upaya pemerintah meredupkan citra baik para artis.

“Bayangkan fans atau penyuka mereka rata rata berasal dari buruh atau pekerja yang mungkin hiburannya adalah artis artis yang diundang pemerintah, lalu tiba-tiba pemerintah menyuruh artis itu untuk mensyiarkan UU yang mencekik buruh, apakah itu merusak citra artis itu” ujar Lency Pramono.

Lency malah menantang kenapa tidak menteri-menteri terkait saja yang menjelaskan ke masyarakat.

. “Apa karena takut citra mereka redup lalu mereka memakai tangan lain untuk menjelaskan ke publik” ujar Lency.

Menurut Lency langkah tak pro rakyat oleh pemerintah tak bisa diyakinkan dengan cara-cara seperti itu. “Sebaiknya hentikan memakai cara-cara tidak jujur dan menipu diri sendiri dengan memakai artis membawa pesan palsu yang artisnya sendiri bahkan pemerintah sendiri sebenarnya tahu bahwa kebijakan itu menikam rakyat” ujar Lency.

Lency meminta pemerintah berhenti menggunakan buzzer. “Kebiasaan sejak Pilpres 2014 sebaiknya dihentikan nanti pemerintah semakin kelihatan linglung ”ujar Lency Pramono, Ketua Departemen Kebijakan Publik DPN BMI

Check Also

BMI Jatim Turut Menyambut Kedatangan AHY di Surabaya

Surabaya – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba di Surabaya, pada Rabu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *