by

BMI Canangkan Gerakan Baru

JAKARTA – Menanggapi pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan mengenai tidak adanya TKI yang mampu di bidang pertambangan dan smelter, Firda A Sirait selaku pengurus nasional DRUPADI BMI mengungkapkan bahwa pernyataan Luhut telah mencederai perguruan tinggi yang telah melahirkan banyak sarjana pertambangan.

“Sebaiknya Pak Luhut harus benar-benar mengkonfirmasi sendiri, sudah berapa puluh ribu sarjana teknik khususnya pertambangan yang telah di hasilkan oleh perguruan-perguruan tinggi seperti ITB, UPN, UNSRI dan beberapa kampus lainnya.” Ujar Firda.

Lulusan perguruan tinggi dan institut yang ada di Indonesia mempunyai kualifikasi yang baik dan diperhitungkan.

“Bahkan di kampung beliau sendiri (Sumatera Utara) memiliki salah satu Institut swasta yang juga banyak menghasilkan sarjana teknik pertambangan yang skill dan kemampuannya mempunyai daya saing dengan sarjana luar negeri.” Tambah Firda.

“Sepertinya Pak Luhut perlu konsultasi atau meminta data kepada kolega beliau, dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Dirjen Dikti untuk mengetahui sebenarnya berapa banyak jumlah sarjana teknik khususnya pertambangan yang telah dilahirkan oleh perguruan-perguruan tinggi dan institut tersebut.” Imbuh Firda.

Berdasarkan rilis yang telah di keluarkan oleh kementerian ketenagakerjaan RI bahwa pada Mei 2021 jumlah TKA yang tercatat ada 92.058 TKA di Indonesia.

” Mungkin saat ini kita perlu membuat gerakan baru, jangan hanya gerakan cintai produk dalam negeri, tetapi juga cintai pekerja dalam negeri. Inilah saatnya kita lebih menghargai bangsa sendiri agar bangsa lain juga dapat menghargai kita,” pungkas Firda.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed