by

BMI: Dana Siap Pakai Penanganan Banjir di Kalsel Dinilai Terlalu Kecil

Baru memasuki tahun 2021, Indonesia sudah didera beribu pukulan telak. Sejumlah bencana menindih Ibu Pertiwi. Tak pelak, masyarakt mengharapkan kepekaan Pemerintah mengatasi permasalahan bencana ini.

Musim bermula dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, tanah longsong di Sumedang, erupsi gunung Merapi, gempa di Majene dan Mamuju dan banjir besar yang melanda hampir seluruh Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel).

Jelas, kondisi ini membuat Pemerintahan Jokowi berjibaku dan dibuat kocar kacir dalam upaya penyelamatan dan pendistrubusian bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana.

Sejauh ini, pemerintah sudah melakukan upaya dan menyalurkan bantuan. Nyatanya, belum sepenuhnya mampu mengakomodir keperluan masyarakat.  Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan.

Contoh upaya penanganan bencana banjir di Kalsel. Kabarnya, Pemerintah Pusat hanya menggelontorkan dana bantuan bencana siap pakai sebesar Rp 1 miliar. Jumlah tersebut tentunya jauh dari kata cukup untuk mengatasi lebih dari 200 ribu warga terdampak  di 13 kabupaten di Kalsel.

Minimnya anggaran yang digelontorkan Pemerintah Pusat untuk banjir di Kalsel memantik perhatian dan kritik dari Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN-BMI). Wakil Ketua Umum DPN BMI Sri Nurnaningsih menyebut, dana sebesar itu hanya cukup untuk biaya operasinal saja.

“Sebab, ada 13 kabupaten/kota di Kalsel yang mengalami bencana banjir. Kalau dana sebesar itu dibagi 13, masing-masing daerah hanya mendapatkan bagian antara 75 sampai 80 juta. Tentunya, dana sebesar itu hanya cukup untuk biaya operasional saja,” kritik Sri.

Politisi senior Partai Demokrat Kalsel ini juga menyebutkan, jumlah dana bantuan itu hanya sekian persen dari desakan  anggaran influencer atau pegiat medsos pendukung pemerintah, yang menginginkan bantuan Rp 90 miliar.

“Dengan 200 ribu lebih orang mengungsi akibat banjir, harusnya Pemerintah memberikan bantuan paling sedikit Rp. 6 miliar. Ya, paling tidak  dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat  selama di pangungsian,”sebut Sri.

Sri mengatakan, dibeberapa wilayah banjir yang masih terisolir, masyarakat sangat  memerlukan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup mulai dari sandang, pangan, terpal, matras, selimut, dan sebagainya.

“Terlebih khusus obat-obatan dan keperluan bayi seperti popok, susu,” katanya seraya mengajak para dermawan untuk memberikan donasi untuk masyarakat yang terdampak banjir di Kalsel.

Sumber: https://publica.id/pp-bmi-dana-siap-pakai-penanganaan-banjir-di-kalsel-dinilai-terlalu-kecil/

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed