Bintang Muda Indonesia (BMI) meminta agar Presiden Joko Widodo mengevaluasi keberadaan staf khusus milenial yang sudah hampir satu tahun menemaninya.

Menurut Wasekjen BMI, Aditiya Utama, keberadaan Staf khusus milenial sejak awal sudah diragukan manfaatnya, karena memang mereka tidak diberikan tugas dan fungsi yang jelas. Bahkan satu tahun berjalan para anak muda yang mendampingi Presiden dan Wakil Presiden ini tak kunjung memperlihatkan hasil kerja yang nyata, sehingga sudah selayaknya untuk dievaluasi.

“Tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan mereka pada situasi saat ini, toh tidak ada hasil dan hanya buang-buang anggaran,” terangnya.

Ditambah lagi, kata Aditiya, jangankan memberi solusi atas persoalan riil yang banyak dihadapi milenial saat ini, malah justeru sebagian dari mereka telah membuat citra buruk milenial karena tidak mampu menghindari konflik kepentingan yang mencuat beberapa waktu lalu.

“Sejauh ini, kita sebagai milenial samasekali tidak merasa terwakili oleh keberadaan mereka di lingkaran istana, karena kita tidak melihat ada satupun solusi yang mampu mereka tawarkan atas persoalan yang dihadapi para generasi milenial saat ini. Bahkan untuk sekedar menjadi percakapan publik pun tidak,” kata Aditiya.

Aditiya menyebut bahwa staf khusus milenial harus menjadi tim kerja yang diberi tugas dan tanggung jawab yang jelas, bukan seperti sekarang yang seolah-olah hanya menjadi tim pesta yang sekedar menghabiskan anggaran dan bahkan tidak memiliki pertanggungjawaban kerja yang jelas.

“Kami meminta Presiden agar posisi staf khusus milenial ini di evaluasi, setidaknya ada dua pilihan yang bisa diambil presiden beri mereka tanggung jawab yang jelas atau bubarkan sekalian,” tegas Aditiya.

Aditiya juga menyinggung pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri yang mempertanyakan sumbangsih milenial terhadap negara beberapa waktu lalu. Menurutnya, milenial yang berada di lingkaran istana inilah yang seharusnya menjadi objek kritik Megawati.

“Kiprah millenial yang berada di lingkaran istana inilah yang seharusnya jadi sasaran kritik Megawati. Karena merekalah yang jelas-jelas menerima gaji dari uang rakyat untuk membantu kerja pemerintah,” jelasnya.