by

BMI Minta Pemerintah Agar Penyelenggaraan Pilkada Tidak Bersamaan Pilpres 2024

Bintang Muda Indonesia, Jakarta- Organisasi sayap Partai Demokrat Bintang Muda Indonesia (BMI) menolak Pilkada diselenggarakan serentak dengan Pemilihan umum tahun 2024.

“Kami menolak jika Pilkada diselenggarakan serentak dengan Pileg dan Pilpres di tahun 2024,” kata Ketua Umum BMI Farkhan Evendi, Minggu (17/1/2021).

Ia menilai, jika Pilkada diselenggarakan bersamaan dengan Pileg dan Pilpres 2024 maka akan menambah beban kerja bagi penyelenggara.

“Mari kita jadikan Pemilu 2019 sebagai pelajaran, ribuan petugas jadi korban baik koraban jiwa maupun sakit,” tuturnya.

Farkhan menambahkan jika Pilkada ditunda, maka akan ada rentang waktu yang lama kepala daerah tidak bisa mengambil kebijakan yang stategis.

Selain itu, ia juga menyebut penggabungan Pilkada dangan Pileg dan Pilpres 2024 akan membuat proses kompetisi semakin kompleks. Kompleksitas ini menurutnya juga akan semakin membuat hilangnya pendewasaan politik bagi rakyat.

“Pendewasaan politik bagi rakyat bisa hilang, dan rakyat akan semakin pragmatis. Jika demikian, yang lahir adalah pemimpin-pemimpin dari politisi busuk,” terangnya.

Aktor-aktor itulah yang akan dominan muncul dan diuntungkan dalam situasi pesta demokrasi yang terlalu kompleks.

“Lebih dari itu, kami khawatir ketegangan sosial yang terjadi di bawah akibat Pemilu 2019 yang sampai hari ini tak kunjung selesai tidak akan dapat terurai dan padam. Bahkan bisa jadi akan semakin memuncak, karena kompetisi yang dihadapi semakin kompleks,” kata Farkhan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed