by

BMI Prihatin, Indeks Pangan Dan Demokrasi RI Sama-Sama Jeblok

Bintang Muda Indonesia (BMI) menyampaikan keprihatinan atas indeks pangan dan indeks demokrasi Indonesia sama-sama merosot.

“Itu artinya rakyat banyak yang merasakan bukan hanya tak bisa makan tapi juga tak boleh bicara,” ujar Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi. Senin (22/2/2021).

Menurut Farkhan secara keseluruhan Indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia yang sudah enam tahun dipimpin Jokowi dan kabinetnya ini menurun dan diperkirakan semakin menurun.

“Bahkan civil society yang notabene banyak memberikan kontribusi terhadap negara dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan membantu pemerintah, tokohnya banyak dikriminalisasi hanya karena bersikap oposan,” ujar Farkhan.

Untuk itu, Farkhan kembali mengingatkan kepada para pemimpin dan elite di negeri ini agar juga memiliki karakter cerdas, santun dan peduli.

“Kalau ‘cemen’ pada ide-ide besar dan perbedaan pendapat, kalau tak bisa pecahkan persoalan sandang dan pangan masyarakat, jangan kemudian bicara soal kebhinekaan, cari uang yang banyak untuk insfrastruktur dan lainnya,” ujar Farkhan.

Secara garis besar indeks kebutuhan masyarakat yang diperoleh dari negara baik dompet mereka, perut, meupun kebutuhan untuk mendapatkan pendidikan, telah mendapat berbagai macam pukulan dari rezim saat ini.

Padahal, tambah Farkhan, rezim saat ini memperoleh dukungan banyak dari parlemen, bahkan partai oposisi pun banyak membantu memberdayakan masyarakat di masa pandemi.

“Namun apa yang terjadi, malah dibalas dengan upaya gangguan terhadap partai oposisi yang telah banyak membantu masyarakat selama pandemi dan berbagai bencana alam,” tutur Farkhan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed