by

BMI Tanggapi Kabinet Baru

Bintang Muda Indonesia, Jakarta (22/12/20) – Presiden dan menteri harus bisa fokus menangani pandemi. Kemelaratan sosial dan ekonomi, krisis pangan serta rentan nya konflik sosial di masyarakat adalah pekerjaan yang harus diselesaikan. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia Farkhan Evendi, lewat pesan gadgetnya.

Farkhan menyebut, Pemerintah harus kerja keras, perlu kebijakan extra ordinary mengatasi situasi saat ini. Dengan munculnya nama-nama baru seperti Sandiaga Uno, Risma dan Gus Yaquth, Moh Lutfi dll diharap bisa membantu presiden mengatasi masalah negara.

“Selamat bagi para menteri yang baru dilantik, semoga bisa mengemban amanah, kami berharap kabinet ini bisa menjadi kado tahun baru bagi rakyat serta tidak mengecewakan, apalagi Tahun 2021 masih Tahun Kerja bukan Tahun politik yang mendekati 2024″ujar Farkhan.

Farkhan menyebut, Kementerian sosial misalkan dibawah Risma harus betul-betul mampu mengeksekusi program bansos yang tepat sasaran di masa pandemi, Kementerian Agama punya PR agar kehidupan beragama dapat berjalan dengan lebih nyaman disaat covid-19, situasi bisa makin teduh dan damai. Koordinasi lintas elemen keagamaan mulai FKUB dijalankan, lembaga silahturahmi organisasi Islam yang digagas PBNU dan lainnya.

“Selain itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif punya persoalan yang tentu saja berhubungan dengan Pariwisata di masa pandemi memasuki babak berat berupa Tes swab yang bisa membuat orang semakin sedikit yang mau berwisata karena biayanya lumayan” ujar Farkhan.

Lalu kementerian perdagangan memiliki beban berat apalagi di tengah perang dagang dunia yang makin ketat di masa pandemi.

Selanjutnya Kemenkes, Farkhan melihat bukan pada sosok dokter atau tidaknya karena hal yang langka memang saat ini Jokowi memilih bukan dari dokter.

“Kami, BMI melihat dulu sejauh mana dia bisa bekerja bagi kesehatan masyarakat karena kami melihat menteri sebelumnya memang layak di reshuffle karena amat lamban dalam mengatasi krisis kesehatan di masa Pandemi” ujar Farkhan.

Terakhir, kementerian kelautan dan perikanan, memiliki PR berat berupa distrust masyarakat pada kementerian ini pasca OTT KPK.

“Kami berharap Pak menteri yang baru dapat bekerja merecovery kementerian satu ini dan tetap menomorsatukan kesejahteraan nelayan serta kejayaan maritim kita” tukas Farkhan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed