by

China Bangun Pangkalan Militer di Laut Natuna, BMI Minta Pemerintah Waspada

Baru-baru ini beredar foto dari hasil citra satelit yang menangkap aktivitas mengkhawatirkan China, saat membangun pangkalan militer di pulau-pulau buatan yang kontroversial dan berada di perairan Laut China Selatan.

Perusahaan software geospasial, Simularity, melaporkan adanya objek yang diduga adalah infrastruktur yang mengarah pada sebuah pangkalan militer di Mischief Reef.

Melihat hal tersebut, Bintang Muda Indonesia (BMI) menghimbau kepada pemerintah Indonesia untuk waspada dan mencermati secara serius setiap pergerakan China atas Laut China Selatan.

“Pemerintah harus cermat dalam membaca setiap dinamika yang terjadi di Laut Natuna Utara, sekarang China semakin agresif dengan membangun pangkalan militer di Mischief Reef Pemerintah Indonesia harus semakin waspada,” ujar Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi. Senin (22/2/2021).

Lebih lanjut, Farkhan menegaskan agar Pemerintah Indonesia belajar dari pengalaman yang lalu. Ia menyontohkan bagaimana China selalu memulai ketegangan dengan Indonesia di banyak peristiwa, mulai dari upaya penangkapan kapal ikan ilegal asal China yang masuk ke Perairan Natuna namun gagal lantaran ada campur tangan dari kapal Coast Guard China yang sengaja menabrak KM Kway Fey 10078, hingga membuat Menteri Keluatan dan Perikanan saat itu melayangkan protes keras.

“Banyak peristiwa yang cukup untuk dijadikan alasan Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan,” tutur Farkhan.

Farkhan menilai, potensi konflik di Laut Natuna Utara sudah semakin kentara. Untuk itu perlu ada langkah-langkah strategis yang harus dilakukan Indonesia untuk mempertahankan NKRI.

“Kita harus serius menyikapi ini, setiap jengkal daratan maupun lautan ynag masuk wilayah Indonesia harus kita pertahankan. Jangan sampai ada yang berani mengusik lagi, termasuk China,” tegas Farkhan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed