Daripada Urus Sertifikasi Dai, Lebih Baik Urus Pesantren Desa

Bintang Muda Indonesia (BMI) prihatin dengan pernyataan Menteri Agama Fahrurrozi yang tiba-tiba mengajukan sertifikasi dai sebagai upaya mencegah munculnya dai radikal dan mencegah paham radikalisme. BMI memandang sertifikasi dai hanya membuang buang waktu saja. Seharusnya menteri agama turun ke lapangan seperti pesantren, madrasah dan ormas keagamaan.

“Mana ada dai radikal dipercaya masyarakat, lagi pula buang-buang energi Kementerian Agama dengan anggaran yang besar mengurus privasi dai” ujar Sukri Umar, Wakil Ketua Umum (waketum) DPN BMI.

Sukri Umar menyebut bahwa Menteri Agama saat ini dipandang kurang sreg dimata para pimpinan ormas besar Islam. ” Seharusnya Kementerian Agama khususnya Menteri Agama memperhatikan pesantren dan madrasah di pedesaan, temui santri, bicara dari hati ke hati dan lebih memperhatikan mereka” ujar Sukri Umar.

Waketum DPN BMI menambahkan Kemenag merupakan kementerian paling penting menjaga benteng moral bangsa, bukan menjadi kementerian yang mengurusi sertifikasi dai yang tengah berdakwah. “ Saya kira yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas para santri, madrasah dan pondok pesantren,” tambahnya.

 

Check Also

BMI Instruksikan Kadernya untuk Memenangkan Calon Kepala Daerah yang Diusung Demokrat

Organisasi Sayap Partai Demokrat Bintang Muda Indonesia (BMI) terus bergerak untuk memenangkan calon kepala daerah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *