by

Drama Politik Moeldoko Dan Pentingnya Politik Bersih nan Santun

Artikel Pendek:

Oleh. Farkhan Evendi (Ketua Umum Bintang Muda Indonesia)

Drama-drama politik yang dilakukan oleh Moeldoko telah mempertontonkan peran karakter dan atau sifat yang culas, tak beretika, bahkan mereka tak malu menunjukan ke publik bahwa yang dilakukannya adalah sebuah pengkhianatan yang menghalalkan segala cara.

Kalau dilihat secara jeli, drama-drama yang dilakukan oleh Moeldoko cs sebenarnya menunjukan pada kita bahwa pada dasarnya ini adalah cara Allah untuk menunjukkan pada kita sejatinya mana yang tulus dan loyal berdasarkan isi hati dalam menjaga demokrasi dan lalu berteriak lantang dan mana yang hanya mingkem dibawah oligarki.

Hari ini rakyat dengan sendirinya telah melihat secara terbuka dan jelas dimana para penentang SBY, AHY Dan Demokrasi telah terlihat sangat terang benderang.

Drama-drama politik Moeldoko cs itu sesungguhnya sangat tidak elegan, dilihat dari itu semua sebenarnya ini sebuah pelajaran bagi kita sekaligus ujian bagi kita, untuk selalu bersikap baik dan menjaga moralitas dalam berpolitik.

Oleh karena itu, dengan kejadian diatas tersebut kita refleksi dan berdoa, agar dijauhkan dari perilaku yang tidak baik dan atau tidak terpuji. Dan menjadi orang-orang yang baik yang selalu menjaga nama baik.

Semoga ini bisa jadi cara berpikir mereka sendiri untuk menjaga nama baik mereka agar tetap karirnya “baik” di panggung politik walau dengan cara-cara yang mereka lakukan dengan sandiwara yang jelek.

Kita perhatikan jatuhnya moral politik Moeldoko belum sebulan membantah kudeta tiba-tiba entah syetan jenis apa lalu dia menelanjangi dirinya sendiri, menelanjangi syahwat politiknya sendiri, menelanjangi baju akal sehatnya dari tubuh yang penuh bentuk atletisme kekuasaan untuk kemudian ikut dalam pesta syahwat orang-orang mabuk harta, kehormatan, korupsi dan sebagainya.

Dalam berpolitik orang yang berpikiran waras pastinya menggunakan cara-cara yang bersih dan Santun, untuk selalu menjaga marwah diri supaya karir politiknya panjang.

Namun semua itu diindahkan oleh Moeldoko cs, mereka menabrak semua rambu-rambu (etika hukum, etika politik dan moral) dengan melibatkan dirinya dengan beberapa orang yang sudah terlibat banyak kasus mulai dugaan sampai benar-benar tersangkut kasus korupsi.

Kolaborasi genk orang-orang pengkhianat partai dengan berbagai faksi durhaka, mereka mengklaim dirinya sebagai pejuang partai namun sikap dan prilakunya tidak mencerminkan kesatria dan jauh dari etika dan kesantunan, hingga membiarkan dan mengajak orang-orang lintas partai untuk bergabung dengan keberanian yang nekad dan tanpa malu bahkan tak terlihat satu persen pun atau satu buah djarrah pun menampilkan etika politik bersih dan santun.

Ini bukan saja menjadi lukisan yang memalukan namun juga dipenuhi gambar orang-orang nakal berpolitik sekaligus menjadi gambaran moral yang menunjukkan bahwa para lemak-lemak politik sudah menjadi penyakit obesitas, itu semua telah menjadi beban perjalanan demokrasi bangsa, ini sejatinya telah mengubur perjalanan mereka sendiri kedepan yang kini ditertawai rakyat disepanjang jalan.

Dan kehinaan itu salah satunya mungkin dengan komentar-komentar negatif dari layar maya netizen dan opini umum. Mereka telah mengubur dirinya sendiri melalui kehinaan kehinaan, mereka tidak menyadari sebenarnya mereka sedang jatuh telanjang dari atas monas. Mayat mereka Kelak akan dimakan ramai-ramai oleh rakyat indonesia, yang telah melihat nama-nama mereka yang sudah ternodai dengan cap sebagai pengkhianat.

Ya, itu semua berasal dari gede rumongso atau sok gagah mereka, merasa lebih besar tapi tak berani bikin partai sendiri, merasa santun tapi sibuk menyantuni hawa nafsu mereka sendiri.

Jakarta -cikini 2021

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed