by

Gejala Post Power Syndrome Bagi Penumpang yang Turun Tengah Jalan

-Opini-32 views

Apa yang sedang Partai Demokrat adalah sebuah wacana perlu dicermati secara lebih mendalam. Banyak sudut pandang ketika kita melihat peristiwa yang terus menggelinding dalam tubuh partai tercinta ini. Untuk itu bagi mereka yang menginginkan konflik di Partai Demokrat ibarat mereka sedang turun di tengah jalan dan mengalami gejala post power syndrome

Bahwa konflik yang diklaim terjadi di tubuh Partai Demokrat adalah sebuah tuduhan yang tidak beralasan. Apa yang saat ini terjadi di partai ini adalah pembaharuan wacana ide dan gagasan. Namun perlu diingat bahwa wacana perubahan akan menimbulkan dampak yang positif dan negatif.

Munculnya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pimpinan baru Partai Demokrat ternyata tidak hanya membawa sebuah perubahan baru di tubuh partai, tetapi juga dalam dinamika politik nasional. Kekuatan muda menjadi semakin diperhitungkan dalam percaturan politik. Ide muda adalah kekuatan memberi warna baru dalam gairah politik pada wajah Demokrat saat ini.

Namun sisi negatifnya hal ini tidak menyenangkan bagi sekelompok orang yang terlibat dengan kebijakan politik lama. Kelompok ini menjadi merasa terasing dengan ide muda adalah gagasan yang berkembang saat ini. Dan dengan mereka kemudian menyingkirkan diri tanpa diminta oleh orang orang tertentu dalam Partai Demokrat.

Saya melihat bahwa yang ‘menyingkirkan diri’ adalah orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan diri dan anti terhadap perubahan. Hingga tanpa disadari terkena penyakit post power syndrom. Ini sebenarnya yang terjadi pada orang yang mengklaim adanya konflik dalam tubuh Partai Demokrat.

Harus diakui pengangkatan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat telah dilakukan dan sesuai dengan mekanisme konstitusi yang berlaku dalam tubuh partai. Dan prosedur tersebut dilaksanakan sebagaimana amanat dalam peraturan peraturan organisasi. Maka jika hari ini ada pihak pihak yang hendak melakukan kudeta maka sudah pasti pihak tersebut berbuat dan bertindak secara inkonstitusional.

Maka yang perlu ditekankan dalam peristiwa gagalnya “kudeta dini” terkait dengan ketidakberdayaannya dalam melihat dinamika partai yang terus membaik dan memberikan kontribusi dalam kemaslahatan bangas. Untuk itu segeralah melakukan terapi medis yang menganggap bahwa ada konflik di Partai Demokrat karena terkan post power syndrome 

Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit

Oleh : Eben Eser Ginting

(Ketua Dept. Hukum dan Advokasi DPN BMI)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed