by

Gus Dur dan Catatan Pelaksanaan Demokrasi Indonesia

Bangsa ini penakut!!!

Begitulah yang dikatakan oleh mantan Presiden RI ke-4 K.H Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur pada suatu acara 15 November 2007 lalu.

Pada hari itulah Gus Dur mengatakan bahwa “Bangsa ini penakut! Karena tidak berani dan tidak mau bertindak kepada yang bersalah”, disinilah rasanya kata-kata tersebut menjadi amanat bahkan untuk para pemuda di masa sekarang.

Tidak hanya itu, Gus Dur juga menyampaikan bahwa ada 4 hal penting untuk diingat dan dijalankan untuk tegaknya demokrasi, yaitu penegakan hukum, pemberantasan korupsi terus dan terus, asas keadilan dengan konsekuensinya dan juga kesadaran bahwa harus terus menerus melakukan perubahan. Beberapa hal tadi nampak penting untuk dipahami demi tegaknya keadilan dan demokrasi yang bersih di negeri ini.

Gus Dur juga dikenal sebagai sosok tokoh bangsa yang sangat mengedepankan egalitarianisme, pluralisme dan demokrasi, beliau pun juga dianggap sebagai pendekar bagi minoritas Tionghoa Konghucu. Sudah menjadi kewajiban bagi kita generasi muda untuk meneruskan segala hal positif dari para pendahulu kita.

Gus Dur pernah menyatakan suatu hal yang menurut saya adalah hal yang berani dan hebat secara terbuka bahwa ia adalah keturunan TiongHoa dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan a Lok, yang merupakan saudara kandung dari Raden Patah (Tan Eng Hwa) yang merupakan pendiri kesultanan Demak. Tan a Lok dan Tan Eng Hwa ini merupakan anak dari Puteri Campa yang merupakan Puteri Tiongkok yaitu selir Raden Brawijaya V. Berdasarkan penelitian seorang peneliti Perancis Louis Charles Damais, Tan Kim Han diidentifikasikan sebagai Syekh Abdul Qodir Al Shini yang makamnya ditemukan di Trowulan.

Bung Karno pun pernah berucap dalam pidatonya pada hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia, 17 Agustus 1966 “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah ! Agar tidak terulang kepahitan dan kekejamannya” atau biasa disebut dengan “Jas Merah”. Maka kita sebagai generasi muda harus mengamati dan mengingat kembali apa-apa saja yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa ini, sebagai bentuk pelajaran bagi kita semua agar kejadian-kejadian buruk dan pahit di masa lampau bisa kita jadikan tuntunan di masa depan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed