by

Jokowi Minta Dikritik, BMI Sebut Perilaku Kekuasaan Tunjukkan Sebaliknya

Bintang Muda Indonesia (BMI) pertanyakan pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat aktif mengkritik pemerintah. Sementara menutut BMI, perilaku kekuasaan menunjukkan hal yang sebaliknya.

BMI menilai justeru hari ini kebebasan sipil sedang terancam dengan maraknya kasus pelaporan hingga penangkapan aktivis.

“Apa jaminannya yang dikatakan Presiden itu terbukti. Faktanya, banyak aktivis bahkan takyat biasa yang lakukan kritik justru malah dibungkam. Padahal semua orang mengerti, tanpa kritik maka demokrasi menjadi hampa tak berarti. Esensi demokrasi itu terletak pada adanya jaminan terhadap kebebasan setiap orang untuk mengemukakan pendapat, meski hal itu dipandang berbeda oleh pemerintah,” kata Nanang Rifai, Sekretatis Departemen Kajian DPN BMI.

Nanang menyarankan agar presiden tidak lagi banyak asal bicara dan mulai melihat kondisi lapangan secara langsung, tidak hanya mengandalkan orang di kanan kirinya saja yang seringkali memanipulasi kondisi yang sebenarnya.

“Sudahlah, lebih baik presiden kita itu jangan terlalu sering PHP, nanti rakyat bilang dia omong doang alias omdo . Jadi, tak usah mencla-mencle. Ibarat pitutur ‘kakehan gludug kurang udan’, terlalu banyak bicara tapi tidak memberi bukti. Katanya silakan kritik. Faktanya bila ada orang yang nyentil sedikit saja, langsung dibungkam,” tambah Nanang.

Selain itu, Nanang juga menyarankan bagaimana seharusnya Presiden mengelola orang-orang yang ada didekatnya dalam menyikapi problem demokrasi di Indonesia, utamanya terkait kebebasan sipil dalam hal kebebasan berekspresi.

“Sebagai presiden, pak Jokowi seharusnya lebih mampu menertibkan tim IT dan juru bicaranya. Sehingga tidak misleading. Presiden nyuruh masyarakat kritik, sebaliknya para lingkar terdekatnya malah uring-uringan,” tutup Nanang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed