by

Kebijakan Pemerintah Jangan Hanya Fokus Pada Virus!

Oleh : Boscha Cahya Prasetya, S.T

(Ketua Departemen Organisasi dan Keanggotaan Dewan Pengurus Nasional Bintang Muda Indonesia)

Sikap pemerintah kian hari makin membuat kita limbung, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartanto dalam jumpa pers menyampaikan bahwa akan diterapkannya PPKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di berbagai daerah Jawa dan Bali.

Dalam jumpa pers tersebut juga diperjelas pula bahwa PPKM ini tidak diterapkan pada semua kota dan kabupaten pulau Jawa dan Bali. Namun, hanya diberlakukan untuk kota dan kabupaten yang memasuki kriteria, seperti seluruh wilayah di DKI Jakarta, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Semarang Raya, Banyumas Raya, Surakarta Raya, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, Surakarta Raya, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, Kulon Progo, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang dan Kota Denpasar.

Kebijakan itu pun menimbulkan berbagai reaksi dan polemik yang terjadi pada masyarakat, apakah nanti pada akhirnya juga akan diberlakukan di seluruh wilayah di Indonesia? Pemerintah pun dinilai linglung dalam penanganan wabah COVID-19 ini, “Pemerintah kemarin sudah memaksa dilaksanakannya PILKADA serentak, tidak peduli dengan angka statistik nasional yang terus meningkat, lalu tiba-tiba mau dibatasi lagi kegiatan masyarakat ini? Sebenarnya kebijakan yang dikeluarkan ini benar untuk masyarakat kita, atau untuk siapa?” ujar Boscha.

Bosha menyebut bahwa kalau kebijakan PPKM ini dilakukan, tentu pemerintah harus memperhatikan penghidupan masyarakatnya dan menjalankan kebijakan ini dengan benar-benar serius, karena ini menyangkut kemaslahatan rakyat di masa pandemi COVID-19 ini.

“Ini wabah nyata, kondisi ekonomi mikro pun tentu sedang tidak baik, banyak sekali rakyat kita di PHK, mereka sulit mendapatkan pekerjaan karena banyak perusahaan turut menghemat cost mereka, berdagang pun sulit karena daya beli masyarakat yang pastinya ikut turun, jangan sampai masyarakat yang harusnya kita hidupkan ini malah menjadi sengsara karena kebijakan ini, jangan sampai ada lagi kabar rakyat tidak bisa makan karena tidak punya uang” kata Boscha.

Besar harapannya agar pemerintah memperhitungkan dengan baik dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, jangan hanya membantu agar masyarakatnya tidak terjangkit virus COVID-19, tapi juga perhatikanlah keadaan perut rakyatnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed