by

Kerap Impor Beras, BMI Minta Menteri Pertanian Diimpor Jadi Dubes

Berdasarkan data BPS, Impor beras terjadi diantaranya pada 2018, 2019, meski menurun tetapi tetap ada, lalu terakhir di 2020 dengan Pakistan menjadi pengekspor terbesar dengan jumlah 110.516 ton disusul Vietnam.

Hal ini mendapat sorotan tajam dari ketua umum Bintang Muda Indonesia, Farkhan Evendi, betapa mirisnya hidup di negeri agraris.

”Tindakan seperti itu tentu mengiris hati kita yang barangkali punya keluarga petani di kampung, mereka bersusah payah, hidup tak sejahtera-sejahtera amat, tapi masih mendapat pukulan dari pemerintah” ujar Farkhan.

Ia juga menyindir agar menteri yang suka mengimpor segera diimpor balik alias didubeskan saja.

”Kalau niat ingin namanya hebat di luar negeri kenapa tidak jadi dubes saja, toh digaji besar juga” tegas Farkhan.

Lebih lanjut Farkhan meminta agar Presiden melihat kinerja menteri-menterinya.

”Tentu presiden juga perlu melihat menteri-menterinya, seperti dari Golkar yaitu Airlangga, Menteri dari PKB di posisi Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian yaitu Syahrul Yasin Limpo dari NasDem agar tidak usahlah bikin petani kita yang polos-polos itu susah” ujarnya.

Persoalan pangan memang pelik karena di tanah dan air yang subur ini, masih banyak kebijakan pangan yang tidak sama sekali memihak pada petani.

BMI berharap tak ada label partai musuh petani tapi juga jangan partai menggebuki petani dengan membiarkan menterinya bermain impor begitu.

“BMI akan konsisten menyuarakan ini sebab kalau kita turun ke daerah dan yang direkrut kebanyakan adalah petani dan anak petani. Saat kita melakukan pendidikan kader BMI kita mau jawab apa kalau kita tak memperjuangkan mereka, jadi bagi kami isu petani sangat sensitif dan wajib kami suarakan dengan tegas dan konsisten” tegas Farkhan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed