by

Partai Politik dan Masa Depan Demokrasi (Part 1)

Partai Politik dan Masa Depan Demokrasi

Oleh: Lexy Armanjaya

Ketua Bidang Idiologi dan Politik DPN BMI

Nasib suatu negara terletak di tangan rakyatnya. Bila rakyat berkehendak, maka seorang pemimpin akan terpilih dalam pemilu. Begitu juga, bila rakyat suka populisme yang dirayakan para elit dalam balutan otoritarian, maka apapun dibenarkan.

Sehingga jika ada aliran politik lain yang berbeda dan tidak sepaham, akan dilihat sebagai “musuh”. Kritik pun dianggap salah dan melecehkan pemimpin berkuasa. Dalam iklim politik seperti itu, cepat atau lambat demokrasi akan bermasalah di sana.

Pun demikian dengan kisruh Partai Demokrat (PD). Kelompok yang pro dengan pemerintah dan tidak suka dengan Demokrat, melihatnya sebagai masalah internal dan tidak perlu mengaitkannya dengan pemerintah atau rakyat kebanyakan. Namun Partai Demokrat memandang kisruh itu berada dalam jangkauan kekuasaan melalui Moeldoko (bdk. Mietzner, 2019; Aminudin, 2020).

Karena itu, persoalannya tidak saja diletakkan pada soal Demokrat asli versus abal-abal. Bukan pula soal pelanggaran prosedur dan konstitusi internal partai. Tetapi soal siapa sesungguhnya elit yang perlu mendapat daulat rakyat serta bagaimana proses mendapatkannya. Karena di situlah inti demokrasi.

Bersambung..

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed