by

PENGADAAN SERAGAM SEKOLAH GRATIS KOTA BLITAR, JANGGAL DAN DIDUGA PEMBOROSAN APBD

BLITAR – Seragam gratis di sekolah negeri Kota Blitar baik di tingkat TK , SD maupun SMP menang sangat membantu masyarakat. Akan tetapi di lain sisi ada kejanggalan dalam proses pengadaannya.

Pengadaan yang menghabiskan anggaran 5 milyar tersebut selain janggal juga diduga merupakan pemborosan APBD. Pasalnya harga seragam tersebut melebihi harga pasaran di Kota Blitar.

Menurut TH, salah satu narasumber kepada team Monitor Hukum Indonesia menerangkan beberapa kejanggalan tersebut.

“Memang ada beberapa kejanggalan dalam pengadaan seragam gratis di Kota Blitar, diantaranya dilihat dari harganya, kita bandingkan dengan wilayah tetangga yang pengadaannya hanya selisih 1 bulan, disana ketemu harga dibawah 90.000 dan disini ketemu 140.000 lebih”.

“Proses lelang yang terbilang mepet waktunya yakni pada bulan Agustus dan yang janggal lagi, spesifikasinya dikunci dengan acuan yang diatur dalam Peraturan Wali Kota”, lanjutnya.

” Spesifikasi tersebut bagaimana juga membingungkan, intinya pengadaan tersebut dimenangkam oleh pihak dari luar Kota Blitar, itu kan janggal lagi, seharusnya jika ada konveksi atau penjahit dari dalam kota yang bisa kan malah jadi kegiatan pemberdayaan masyarakat”, tambahnya.

Setelah dari hasil investigasi tersebut, team MHI selanjutnya langsung datang ke masyarakat. Saat di masyarakat memang benar seragam sudah diberikan kepada siswa-siswi pada Senin (03/01/22), akan tetapi masyarakat kurang puas karena ukuran seragam yang tidak sesuai dengan ukuran siswa-siswi.

Kebijakan APBD Pro Rakyat masih kurang dirasakan bagi para pelaku usaha lokal Blitar. Dengan anggaran sebesar 5 Milyar tersebut jika pengerjaan seragam sekolah dilaksanakan oleh pengusaha konveksi dalam Kota Blitar akan mampu membantu dan menggerakkan sektor ekonomi bagi masyarakat Kota Blitar. Selain itu apabila terjadi salah ukur maka proses perbaikan akan bisa segera dilakukan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed