Pertanian Organik menjadi Primadona Masa Depan

Sukri Umar, Waketum Bintang Muda Indonesia

Pertanian merupakan salah satu sektor paling penting dalam kemajuan ekonomi masyarakat di Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja sebagai petani dan itu pun menjadi profesi turun temurun. Profesi ini terkadang menjadi semacam profesi warisan. Pembangunan sektor pertanian menjadi hal yang penting untuk mempertahankan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Modern ini teknologi juga ikut berkembang dengan pesat di dunia pertanianpun ikut berkembang juga teknologinya dengan adanya revolusi industri 4.0. Sistem pertanian organik bisa menjadi salah satu jalan keluar untuk memajukan pertanian Indonesia, meskipun harus mengadopsi teknologi modern. Dengan sistem pertanian organik ini akan muncul peluang agar pertanian bisa berkembang secara berkelanjutan serta pertanian bisa maju dan lebih bagus.

Sistem pertanian organik merupakan cara budidaya pertanian yang mengandalkan bahan atau input alami. Ketika input atau bahan alami sering dipakai maka kita akan mengurangi input bahan kimia yang banyak efek samping hasil. Input seperti pupuk sampai dengan pengendalian hama dan penyakitnya juga secara alami akan bisa menghasilkan produk lebih baik dan sehat. Selain itu, Sistem pertanian ini dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tanpa merusak lingkungan dan ekosistem yang ada pada lahan pertanian. Produk-produk pertanian yang dihasilkan akan bebas dari kontaminan bahan kimia seperti pupuk sintetis dan pestisida. Lahan yang digunakan juga akan membaik kualitasnya karena tidak adanya unsur yang rusak akibat seperti efek bahan kimia dan ini menjadi keuntungan pertanian masa depan.

Akan tetapi dalam budidaya pertanian organik para petani harus berpikir lebih banyak. Terutama dalam hal  yang menjadi masalah dominan yaitu pengendalian hama dan penyakit. Sebagian besar petani organik masih melakukannya secara manual yang secara tidak langsung juga akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan meningkatkan pengeluaran petani. Hal ini dikarenakan pestisida alami yang belum beredar di pasaran dan banyak yang belum tahu informasi pertanian organik serta petani sekarang lebih banyak bergantung produk kimia dan sulit melepas ketergantungan. Produk yang dihasilkan biasanya juga tidak semenarik produk anorganik. Buah atau daun biasanya akan berukuran lebih kecil dan berlubang.

Sistem pertanian organik memang tidak secara mudah diaplikasikan oleh para petani terutama di petani Indonesia. Saat ini banyak masalah yang muncul baik dari segi petani di zaman revolusi industri 4.0 maupun pemerintah saat ini. Mulai dari kurangnya pelatihan bagi petani tentang sistem ini sampai dengan akses pasar yang masih sulit terjangkau, permodalan para petani dan regenerasi petani muda. Belum adanya jalur distribusi yang jelas untuk menampung produk organik yang dihasilkan juga sebagai penghambat petani organik saat ini. Hal ini ternyata juga disebabkan kurangnya sosialisasi kepada konsumen dan masyarakat tentang keberadaan produk organik tersebut. Dan selain itu permodalan juga menjadi masalah terpenting karena biaya petani organik lebih tinggi. Generasipun juga menjadi problem jangkau panjang kedepan ketika generasi hari ini tidak diciptakan dan tidak ada pendampingan

Melihat realita hari ini, di kota-kota besar sudah mempunyai tingkat permintaan yang cukup tinggi untuk produk organiknya. Tren yang ada dan sadarnya dampak dari bahan kimia juga menjadi faktor tingginya permintaan tersebut dan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat. Masyarakat lebih memilih produk organik dibanding produk anorganik, mungkin menjadi salah satu angin segar bagi para petani. Keunggulan dari segi kesehatan produk organik ini kaya akan kandungan gizi esensial yang dapat meminimalisir kanker dan dapat melawan radikal bebas. Selain masalah kesehatan, sekarang produk organik rasanya lebih segar dan enak serta menjadi solusi baik untuk kesehatan masa depan.

Pemerintah pusat berencana menganggarkan miliaran rupiah untuk melaksanakan sistem pertanian organik bagi para petani. Hal ini diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani yang selama ini yang banyak dirugikan. Semoga program ini benar-benar tepat sasaran dalam pelaksanaannya di lapangan kerena selama ini petani hanya sebagai tameng pertanian di Indonesia dan dilupakan kesejahteraannya. Harapan paling kongkrit adalah ketika petani sejahtera maka bangsa inipun juga sejahtera karena jumlah petani di indonesia sangat banyak.

Sistem pertanian organik ini adalah peluang yang besar namun juga tidak mudah untuk dijalankan. Disini para petani akan memilih dan melihat peluang yang ada untuk menentukan nasibnya. Selain itu diharapkan kaum muda juga akan lebih tertarik dalam terjun ke bidang pertanian khususnya pertanian organik yang peluang usahanya bisa dibilang masih sangat besar. Pemerintah juga harus konsisten dalam membantu mengembangkan pertanian organik ini. Harapannya sistem ini akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani yang sekaligus meningkatkan tingkat perekonomian nasional.

Tepat hari ini, Kamis 24 September 2020, Para petani Indonesia merayakan Hari Tani Nasional yang ke-60.Sebagai informasi, tanggal 24 September ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tahun 1960, Presiden Republik Indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Petani itu adalah guru bangsa mencetak peradaban tanpa pamrih bagaikan padi yang berisi yang selalu merunduk. Tetap bangga walau seolah jadi warga negara yang dipinggirkan. Siang berikhtiar menanam dan merawat tanaman, malam menyiraminya dengan air mata dan doa. Bangga kami kepadamu para  Petani Indonesia. Selamat Hari Tani Nasional kepada seluruh petani di Indonesia. Petani Sejahtera, Indonesia Maju dan Jaya.

Check Also

Ada Apa dengan Amerika?

Oleh: Andi Mallarangeng Beberapa hari ini banyak kawan bertanya kepada saya: Apa yang terjadi dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *