by

Pertarungan Habil Dan Qabil Yang Abadi Dalam Demokrasi

Wasekjen DPN Bintang Muda Indonesia Kenang Kelana menyebut bahwa politik melahirkan pertarungan abadi ala Habil dan Qobil dalam cerita anak keturunan pertama Nabi Adam As yang memiliki turunan sifatnya.

“Habil dikenal sibuk memberi, pasrah, suka memaafkan meski telah disakiti, sibuk memberikan pengorbanan terbaik” ujar Kenang Kelana, Wasekjen DPN BMI.

Dalam politik sikap seperti itu dimiliki oleh ksatria, sedangkan DNA Qobil sebaliknya kasar, mau melakukan apa saja demi ambisi, siap membunuh saudaranya, rajin membuat air mata palsu dan suka melawan bimbingan baik orang tua atau dalam dunia politik kita istilahkan orang yang menjadi guru dan memberi panggung kita untuk eksis di awal-awal.

BMI menurut Kenang harus senantiasa menjaga ideologi atau DNA karakter Habil pada dirinya.
“Kita melihat Habil harus menjadi wajah dalam perpolitikan masa depan, kalau tidak maka karakter Qobil akan merajalela” ujar Kenang.

Kenang menilai masyarakat yang telah menjaga demokrasi sejatinya berharap kita melayani lebih banyak pasca percobaan “pembunuhan demokrasi” oleh orang-orang yang wataknya keturunan Qobil.
“Sehabis pesta kita akan kembali ke lapangan pengabdian masyarakat ditengah kibaran bendera demokrat dan merah putih, selamat siap-siap menyingsingkan lengan baju lagi” ujar Kenang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed