by

Politik Muda, Cerdas, Santun Dan Peduli

Oleh. Farkhan Evendi

Menjadi politisi muda adalah menjadi pemuda petarung yang visioner untuk perubahan karena ia memiliki efektifitas bagi lingkungan secara lebih luas.

Muda memiliki arti mampu memberi pengaruh dengan semangat kemudaan, di warung kopi, di kedai kedai tradisional maupun di kafe. Dan dimanapun tempat dia bergaul.
Di kafe dan kedai kopi misalkan ia selalu bicara perubahan dan solidaritas.

Muda adalah sebuah semangat yang heroik, atraktif, proklamatif, dan juga tentang kemantapan hati dan juga tentang keberanian melawan arus.

Disisi lain prilaku dan sikap dari pemuda itu yang kadang tak mau terlibat dalam perdebatan sepele dan kecil namun fokus pada hal yang penting, tidak urusan baper atau penyakit hati.

Lalu Berikunya Cerdas yang dimana memiliki arti informatif, tidak menebar hoax, yang berakibat pada kasus Hukum, apalagi bila pihak yang menggugat enggan memberi maaf melalui materai, bisa busuk dipenjara.

Cerdas juga merupakan sikap yang mampu memilah mana yang terbaik dari berbagai sudut dan kelompok, atau istilah Agama menyebut generasi Ulil Albab.

Dalam pengetahuan juga tak heran kalau mereka menjadi pelopor di lingkungan Sekitarnya, Pemuda pelopor itu tidak harus seperti Soekarno, Hatta, Syahrir yang jangkauannya nasional, tapi jadi pelopor di kampung, di desa, sudah layak disebut sosok yang mampu membawa pengetahuan pada lentera perubahan lingkungan sekitar

 

Berikutnya adalah Santun, Kesantunan berasal dari kejernihan hati dan pengetahuan agama maupun moral yang senantiasa dirawat.

Santun, bukan berarti mendiamkan kezaliman, bila dizalimi tetap ambil langkah hukum, namun kesantunan disini membuat kita proporsional dan menghindari sikap menyakiti hati orang.

Figur santun selalu disukai masyarakat, kita melihat betapa banyak pemimpin berkata kasar seperti Ahok dan lainnya yang tak lagi dipilih masyarakat, itu artinya masyarakat kita moderat, tak suka budaya kasar

Peduli, asahlah kepedulianmu, datangilah rumah orang miskin, orang sakit, lansia dan lainnya, rasakan bagaimana kalau dirimu berada di pihak mereka.

Kita tentu sangat senang adanya komunitas politik yang berisi millenial cerdas, santun dan peduli, seperti saya dan beberapa teman dirikan Bintang Muda Indonesia.

BMI dengan figur yang diusung sebagai sosok Muda, Santun, Cerdas dan Peduli yaitu Mas AHY Ketua Umum Demokrat ingin secara sangat aktif turut mewarnai NKRI, mulai dari dalam yaitu “Dapur kebijakan” sampai di tempat pelaksanaan kebijakan disertai nilai-nilai Cerdas, Santun Dan Peduli.

Figur Cerdas, Santun Dan Peduli sejak awal ditunjukkan sebagai tawaran BMI dan para calon pemimpin muda Indonesia ke dalam hati Indonesia, Kiranya dengan kesantunan kita dapat lebih lama di hati rakyat Indonesia, kiranya dengan spirit peduli dan terus mengembangkan pengetahuan kami bisa menggerakkan kembali Indonesia menghadapi berbagai tantangan dengan optimisme dan kewaspadaan.

Bintang Muda Indonesia melihat begitu banyak pesona anak muda Indonesia sebagai calon pemimpin masa depan, lihat ada sosok Mas AHY, Mas Anies Baswedan, ada di jajaran pimpinan daerah seperti Wagub Emil Dardak, Ibnu Sina Kader Demokrat yang baru saja memenangi Pilkada dan lainnya

Sebab Muda, Cerdas, Santun dan Peduli merupakan protokol kolektif kita menjaga rasa nyaman bernegara dan mengayuh perahu republik

Spirit muda, Cerdas, Santun Dan Peduli harus terus kita hidupkan dari pelosok desa, kedai kopi dan wedang jahe hingga tempat-tempat bertemu anak muda lain dalam dialektika kebangsaan.

Wa Allahua’lam.

(*) Ketua Umum Bintang Muda Indonesia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed