PROFIL

REASONING

Perumusan ideologi bangsa Indonesia bukan semudah membalikkan telapak tangan. Dicatat dalam sejarah, setidaknya terdapat dua kubu dalam rumusan ideologi. Pertama adalah kubu yang memandang dasar ideologi dari Nasionalisme, yang kedua berdasar syariat Islam. Pertarungan pemikiran dua kubu ini tentu mempunyai dasar pengalaman dan pengetahuan yang kuat.

Di tengah pertentangan itu, kedewasaan muncul sebagai jalan tengah untuk melakukan moderasi dua kekuatan. Akhirnya, Pancasila sebagai ideologi disepakati sebagai ideologi dan falsafah bangsa, dengan mengakomodir, tidak hanya dari kekuatan Islam, melainkan juga dari berbagai agama, bahkan budaya, ras dan antar golongan.

Menariknya, dalam lingkup moderasi kekuatan ideologi di atas, pemuda tampil sebagai martir. Pemuda hadir sebagai promotor pemersatu beragam perbedaan. Tidak heran manakala terngiang dan membumi dalam ingatan, bahwa pemuda selalu tampil di tengah perubahan sosial-politik. Ia hadir di tengah gejala peristiwa dan sejarah yang genting. Tilas sejarah inilah yang kemudian, menghadirkan publik untuk selalu berharap akan hadirnya pemuda sebagai pemimpin masa depan.

Kendati ideologi Pancasila sudah ditetapkan final, bukan berarti perdebatan tersebut turut padam. Perbedaan perspektif dalam berbagai pengalaman dan pengetahuan, menjadikan ideologi sebagai diskursus yang musti dihadapi secara dewasa. Konflik yang melibatkan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) tampaknya tidak pernah habis dalam kehidupan keseharian masyarakat kita. Bahkan tak jarang, sengaja ada yang menghidupkan kembali sebagai langkah memetik kepentingan tertentu bagi kelompok opurtunis.

Tidak bermaksud menyederhanakan peristiwa masa lalu dan aktual seperti sekarang ini, tetapi yang pasti, masing-masing konflik sosial dengan segala sumbu yang memicunya membutuhkan kekuatan dan gagasan yang dewasa. Dan tentu saja, adalah pemuda yang selalu mempunyai syarat tersebut.

Kami yang tergabung dalam Bintang Muda Indonesia (BMI) yang notabene aktivis jalanan dan pemuda desa memandang perlu hadirnya politik anak muda sebagai representasi semangat zama/reformasi, sekaligus pertanggung jawaban moral dan politik meneruskan estafet kepemimpinan nasional

BMI (Bintang Muda Indonesia) merasa cocok dengan Partai Demokrat yang memilih Nasionalime Religius sebagai pedoman politiknya, sekaligus merasa cocok dengan gaya kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang cerdas dan santun. Kami Bintang Muda Indonesia (BMI), juga mengidolakan sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang cerdas, lincah dan juga santun sebagai pemimpin masa depan. Karenanya bersama Partai Demokrat, BMI merasa terpanggil untuk turut serta mengawal langkah politik AHY. Menurut BMI, Republik ini butuh pemimpin seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Gaya kepemimpinan AHY membuat kami merasa bahwa pikiran kami telah terwakili oleh kecerdasan yang dimilikinya. Kepedulian kami terhadan nasib rakyat Indonesia telah terwakili oleh kebijaksanaan langkahnya. Rasa hormat kami terhadap segenap rakyat Indonesia telah terwakili oleh sikap kesatrianya. Kami barisan kader Bintang Muda Indonesia, melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang    mendesak. Kepemimpinan dari latar belakang pemuda, diakui atau tidak, adalah dahaga yang dirasakan masyarakat sekarang. Pemuda, diharapkan bisa menjadi promotor perubahan yang cepat dan mengayomi kepentingan masyarakat. Di sinilah Bintang Muda Indonesia hadir, dengan menaruh harapan besar terhadap hadirnya pemuda, sebagai tangan panjang dari kepentingan masyarakat. Dan itu, ada dalam sosok Agus Harimurti Yudhoyono, atau akrab disapa dengan AHY.

Visi dan Misi

Visi

Mewujudkan kader Bintang Muda Indonesia (BMI) yang mampu mendorong terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Misi

Menjadikan pemuda sebagai ujung tombak pembangunan bangsa.

Menjadikan pemuda sebagai pelopor perekat bangsa dan melahirkan kader-kader muda yang cerdas, santun, inovatif, danpeduli.

Menyiapkan sumberdaya yang unggul dalam segala aspek baik ditingkat organisasi, kreatifitas kerja, serta tanggung jawab sosial.

Program Organisasi

Menyiapkan kader Bintang Muda Indonesia (BMI) dari tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, sampai tingkat Desa di seluruh Indonesia.

Membangun “Rumah Ide Pemuda” guna mendesiminasikan gagasan yang solutif dan konstruktif demi kemajuan pemuda dan bangsa

Terus mendorong lahirnya tokoh-tokoh muda yang siap menajdi pemimipin masa depan.

Mendorong tokoh muda yang berpotensi menjadi pemimpin, untuk lebih dekat kepada masyarakat pinggiran dan pemuda di pelosok-pelosok negeri.

Menyiapkan kader-kader muda yang siap menjadi pelopor kedaulatan ekonomi bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *