by

Program Pangan Jokowi Amburadul Di Implementasi

Sejumlah indikator pangan dunia menunjukan Indonesia tertinggal daripada negara lainnya dalam lima tahun terakhir. Indonesia sebagai agraris ironisnya menempati peringkat rendah dalam indeks keberlanjutan pangan. “Dulu kita tahu Ethiopia itu adalah negara yang identik dengan kelaparan. Ternyata punya ranking lebih bagus untuk food sustainability index dibanding kita. Zimbabwe dan Ethiopia jauh di atas Indonesia,” ucap Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria dalam diskusi bertajuk “Daya Tahan Sektor Pertanian: Realita Atau Fatamorgana?”, Rabu (17/2/2021).

Menyoal hal tersebut BMI melihat semua program pemerintahan Jokowi amburadul di aspek implementasi. “Amburadul semua mana itu namanya program nanam singkong, subsidi ini itu dan sebagainya pada kenyataannya kita diambang krisis pangan” ujar Farkhan Evendi.

Farkhan menyebut gembar-gembor pro petani hanya gincu. “Sebetulnya sektor pertanian ini benar-benar harus digenjot karena kita negara agraris, pelibatan sektor swasta misalkan kita tak tahu sebesar apa untuk ikut membantu soal ini jangan hanya kemudian sawah-sawah petani digusur dijadikan bangunan dan tol” ujar Farkhan .

BMI menilai Presiden perlu melakukan reshuffle di menteri yang menangani soal ketahanan pangan karena kalau terjadi terus omong kosong di bidang pertanian, negara bisa keropos di aspek paling strategis ini. “Tentara pun untuk menjaga negara, perlu dijamin pangannya lalu kalau pangan tak diprioritaskan berarti kita memang membiarkan proses menjadi negara yang dihabisi” tegas Farkhan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed