by

Ranperda APBD Lamongan Disahkan, Ini Catatan Dokter Devis

Lamongan – Di setujuinya Rancangan Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lamongan Tahun 2022 menjadi Peraturan Daerah pada Rapat Paripurna tanggal 15 November 2021 menyisahkan beberapa catatan untuk pihak eksekutif seperti yang di sampaikan oleh dr. Sanditia Devis Saputra dari Fraksi Partai Demokrat di laporan hasil rapat banggar dalam rapat Paripurna tersebut.

Adapun beberapa catatan yang disampaikan dr. Devis adalah:

Mencermati fenomena yang terjadi baru-baru ini, seperti banjir di wilayah selatan, serta berbagai bencana lainnya, Badan Anggaran meminta Pemerintah Daerah melakukan kajian secara serius dan mencari solusi sehingga kedepannya permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik;

Mengingat Lamongan merupakan daerah rawan bencana, Badan Anggaran merekomendasikan perlunya kegiatan mitigasi bencana daerah yang rawan bencana dan dibutuhkannya alat Early Warning System (EWS) yang online 24 (dua puluh empat) jam dan terintegrasi secara langsung ke comand center, sehingga dapat meminimalisir korban akibat kejadian bencana;

Pemerintah Daerah perlu mempercepat pengadaan mobil sehat untuk 42 (empat puluh) desa dan kelurahan yang belum mendapat mobil sehat. Mengingat, manfaatnya yang sangat strategis, utamanya di saat ledakan Covid-19 seperti tahun ini, dan kami berharap untuk dituntaskan dalam Tahun 2022;

Terkait jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, Rawat Inap Gratis (RIG) untuk kelas tiga, Badan Anggaran merekomendasikan untuk tetap dianggarkan, hal tersebut juga telah diamanatkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan;

Terhadap Bantuan Pemerintah Non Tunai

(BPNT), Badan Anggaran meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan quality control sehingga barang yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat terjamin kualitasnya dan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan;

Badan Anggaran merekomendasikan agar anggaran untuk para Veteran dan Janda Veteran pejuang kemerdekaan dapat dinaikkan;

Memasuki musim tanam tahun ini, Badan Anggaran meminta kepada Pemerintah Daerah untuk memastikan kecukupan dan ketersediaan pupuk, serta Merekomendasikan wabah tikus di Lamongan ini menjadi bencana alam daerah sehingga dapat ditangani secara khusus, dikoordinasikan dengan BPBD, dan anggaran untuk penanggulangan wabah tikus ditingkatkan, agar para petani kita tidak merugi, dan kesejahteraannya bisa meningkat.

Terhadap Pinjaman Daerah sebesar 200 milyar, Badan Anggaran meminta kepada

Pemerintah Daerah agar pinjaman tersebut digunakan sesuai peruntukannya dengan prinsip kehati-hatian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Mengingat, pinjaman daerah merupakan beban bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat;

Dalam wawancara setelah Rapat Paripurna dr. Devis menjelaskan, “Lamongan sekarang ini merupakan daerah yang rawan bencana, maka hendaknya Pemerintah punya mitigasi bencana dan Comand Center terintagrasi dengan EWS yang terpasang di wilayah rawan bencana, sehingga bisa meminimalkan korban bencana serta bisa cepat merespon bencana tersebut”.

“Untuk urusan kesehatan, Mobil Sehat dan RIG merupakan program yang sangat pro rakyat, sesuai dengan jargon Partai Demokrat yang Berkoalisi dengan Rakyat, maka program yang sudah berjalan selama 10 tahun tersebut harus selalu ada dan berkesinambungan karena terlebih lagi program tersebut merupakan amanat dari perda Lamongan.” Sambung dokter Devis yang juga merupakan Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia.

Disinggung terkait Pinjaman Pemerintah Daerah Lamongan sebesar 200 Miliyar rupiah, dokter Devis menegaskan, “Kami Partai Demokrat akan mengawal penggunaan pinjaman tersebut, pinjaman tersebut harus sesuai peruntukannya yaitu sepenuhnya untuk rakyat, jangan sampai ada golongan penikmat selain rakyat dibalik pinjaman tersebut.” Pungkas dr. Devis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed