Reformasi Di Korupsi dan Arah Juang BMI

Oleh : Lency Pramono*


Bintang Muda Indonesia (BMI) yang diisi oleh banyak dari kalangan pejuang reformasi 98 memandang bahwa perjuangan reformasi kini diletakkan tidak hormat bahkan puncak dari reformasi yang dikorupsi.
Istilah Reformasi dikorupsi muncul berawal dari sebuah hashtage dari permasalahan di negeri ini, yaitu : Revisi UU KPK, RUU PKS, RKUHP, isu lingkungan, dan kriminalisasi aktivis.


Reformasi berada di titik nadir, karena dikorupsi oleh reformis gadungan yang pro oligarki. Padahal kata “Reformasi” itu sendiri mempunyai artian suatu bentuk perubahan sistem di indonesia, yang pada saat itu dikenal dengan sistem pemerintahan yang otoriter.

Ruang publik yang semakin hari semakin menyempit menandakan mandeknya demokrasi Indonesia pasca 22 tahun reformasi. Ancaman terhadap matinya demokrasi sudah di depan mata.

Apakah akan kita biarkan demokrasi yang diinjak-injak, sungguh tidak mungkin. Karena selama masih ada penyelewengan kekuasaan, penindasan, dan ketidakadilan di negeri yang kita cintai ini (Indonesia), maka dengan jiwa yang berseri-seri dan semangat yang berkobar-kobar pasti akan dilawan oleh rakyatnya.

Contoh yang real dari pengebiran demokrasi belakangan ini adalah dari aspek kebebasan, banyaknya tokoh oposisi diteror. Bahkan seorang anak kecil, putri Ketua Umum Partai Demokrat yang jelas jelas hanya mengerjakan tugas sekolah, tentang pesan untuk Presidennya di era covid-19, dijadikan bahan serangan politik oleh pendukung militan penguasa Denny Siregar dan tak ada tindaklanjut yang jelas dari Pemerintah, bayangkan seorang anak kecil pun dipersoalkan. Ruang publik yang tidak benar-benar jernih akibat keberadaan para buzzer, mengakibatkan percakapan politik yang ada juga tidak sehat.

Selain itu, persoalan Otonomi daerah misalnya, gagal dijalankan pemerintah dengan intervensi pada pemerintah daerah yang sejatinya lebih tahu persoalan daerahnya. Persoalan ini bahkan menjalar sampai ketingkat desa, kepala desa marah, ketua RW marah, Bupati saling lempar statment mana pembela pemerintah mana pengkritik menteri.

Penegakan hukum dan pemberantasan KKN kacau balau, dengan berkeliarannya beberapa staf khusus millenial presiden yang bermain proyek senilai triliunan.

Presiden yang kita lihat sangat negarawan juga membiarkan menantu dan anaknya maju di Pilkada tanpa melalui mekanisme rekrutmen partai yang jelas seperti melalui pengalaman duduk di sktruktur partai Politik. Ini adalah goresan luka bagi demokrasi dan demokrasi adalah konsekuensi dari reformasi, yang sudah mahasiswa dan para aktivis 98 yang merindukan kesetaraan dalam memperjuangkan kebebasan dengan penuh semangat membara dan resiko bahkan nyawa sekalipun.

Persoalan nampak nyata tatkala mahasiswa berdemonstrasi soal revisi RUU KPK, ini adalah gelombang keresahan terbesar sepanjang sejarah perjuangan Reformasi, beberapa nyawa mahasiswa pun Hilang! Dalam perjuangan ini, dan KPK pun tak bisa dijaga dari hantaman para mafia perompak reformasi.

BMI akan terus menjaga dan membela semangat reformasi, melalui sekolah-sekolah perkaderan, melalui dukungan bagi Fraksi Demokrat dalam menjaga semangat reformasi dan perjuangan melanjutkan agenda reformasi serta perlawanan terhadap pengkhianat reformasi adalah perjuangan jangka panjang Partai Demokrat berselempang semangat tak bisa mati untuk menghentikan kekhilafan mereka mereka para elite gadungan yang tertatih-tatih membawa bangsa ini.

Kami akan mengumpulkan kembali kekuatan tersisa untuk kembali berbaris dan nama barisan itu adalah : Bintang Muda Indonesia (BMI)!

Check Also

Ada Apa dengan Amerika?

Oleh: Andi Mallarangeng Beberapa hari ini banyak kawan bertanya kepada saya: Apa yang terjadi dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *