by

Reformasi Pertahanan Jangan Pakai Dana Hutang

Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia Andy Mardan menyampaikan bahwa reformasi pertahanan dalam negeri tak harus dengan hutang besar-besaran luar negeri sekitar 1.700 Triliunan yang menambah beban utang luar negeri secara signifikan serta mencekik rakyat dengan hutang luar negeri dikala pandemi

“Kami menawarkan solusi agar Pemerintah Indonesia memperkuat pertahanan dengan berupaya memproduksi alat pertahanan sendiri” ujar Andy.

Dengan begitu biaya bisa ditekan, tidak membebani rakyat dengan hutang dan membuat marwah pertahanan Indonesia membaik di mata dunia.

“Perkuat kapasitas membangun alat pertahanan dan keamanan dengan memperkokoh buatan dari dalam negeri, juga program-program harus fokus pada penguatan TNI, bukan cetak sawah yang harusnya kerja kementerian pertanian yang bahkan saat ini tak jelas program cetak sawahnya sampai dimana, seharusnya begitu, katanya dulu Prabowo lebih TNI daripada banyaj TNI, tapi kok malah ugal-ugalan memimpin kemenhan”ujar Andy.

Lagipula kalau terus dilanjutkan malah lebih kental nuansa kepentingan fundraising atau kejar setoran demi pendanaan pilpres 2024.

“Kita berfikir sederhana saja misal dengan anggaran 17 Triliun ada keuntungan fee 4 Triliun saja, lumayan buat pendanaan pilpres, bagaimana kalau pandangan umum masyarakat begitu” ujar Andy.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed