by

Soal Wacana Presiden 3 Periode, BMI Tegaskan Jangan Cari Kesempatan Khianati Reformasi

Bintang Muda Indonesia, Jakarta – Wasekjen Bintang Muda Indonesia (BMI), Pitria Nopa Asriani, mengkritik mencuatnya wacana jabatan presiden tiga periode sebagaimana pernah disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani yang meminta agar hal itu dikaji kembali.

Selain Puan, ternyata wacana presiden tiga periode juga pernah didengungkan oleh politisi Partai Golkar yang juga Ketua MPR RI.

“Mungkin perlu juga pemilihan presiden diamandemen, misalnya masa jabatan bisa dilakukan untuk tiga periode” begitu kata Bambang Soesatyo.

Menurut Pitria, wacana tersebut sungguh menyedihkan, apalagi ini datang dari para petinggi legislatif.

“Ini sama saja meu mengembalikan semangat buruk orde baru, padahal kita bangsa Indonesia sudah bersusah payah merebut reformasi. Kalau semangatnya dibawa ke zaman dulu, sama saja berkah reformasi yang sudah kita nikmati beberapa tahun belakang ini mau dipaksakan untuk mudur kembali, kapan majunya ini negeri,” ucap Pitria. Selasa (29/12/2020)

Baik buruknya Negara hari ini, kata Pitria, itu ditentukan bagaimana sikap partai politiknya. Karena semua ditentukan oleh komitmen partai politik di era Demokrasi yang berlandaskan konstitusi.

“Kita tinggal liat saja fraksi partai mana saja yang mau coba-coba khianati semangat demokrasi yang sehat, sebagaimana tertuang dalam konstitusi kita. Tinggal dicatat partai mana saja yang mendukung wacana tiga periode,” terang Pitria.

Lagi pula, kata Pitria, bisa dipastikan bahwa para petinggi parlemen yang memunculkan wacana presiden tiga periode itu tidak memliki perhatian serius pada kondisi negara hari ini, ditengah covid, mencuatnya kasus-kasus HAM, serta kasus korupsi yang terus bermunculan.

“Kalau dirasa pemerintahan periode ini tidak efektif, harusnya yang dievaluasi itu kualitas pemimpinnya. Bukan malah otak-atik masa jabatan yang sudah di tetapkan oleh konstitusi,” tegas Pitria.

Pitria juga menyarankan kepada Puan dan Bamsoet agar wacana ini jangan dimunculkan kembali. Menururnya ini akan berbahaya, karena sudah mendewakan Presiden dan mengancam kehidupan demokrasi kita.

“Demokrasi tak mengandalkan seorang figure, oleh karena itu demokrasi memastikan adanya regenerasi dan kesinambungan pemimpin, jika wacana ini benar terjadi itu sama saja menghambat regenerasi, harusnya demokrasi itu diperkuat dengan sistem yang sesuai zaman bukan malah dipunahkan,” kata Pitria.

Selain itu, menurutnya banyak hal lain yang lebih penting harus dipikirkan para wakil rakyat berkaitan dengan kesejahteraan umat, ketimbang memikirkan wacana presiden tiga periode.

“Dua periode aja belum tuntas dan belum terbukti baik, baru juga jalan satu tahun, masa udah memikirkan pemilihan presiden lagi. Mending memikirkan cara memusnahkan virus yang sudah membunuh banyak orang dan merusak tatanan kehidupan, ketimbang presiden tiga periode,” tutunya.

Banyak UMKM yang bangkrut akibat covid, sistem pendidikan yang tidak kondusif akibat belajar online, meningkatnya pengangguran akibat PHK, banyaknya kematian, tingginya angka perceraian. Masalah-masalah itulah, menurut Pitria, yang seharusnya dicari solusinya, bukan justeru mencari-cari kesempatan untuk menghianati semangat reformasi.

“Ada pemulung tua yang berjalan mencari sesuap nasi, ada pengamen kecil yang bertahan hidup dengan gitar seadanya, ada aktivis yang bersimbah keringat dan luka membela rakyat dari Omnibuslaw, kapankah kalian memikirkan rakyat?,” tanya Pitria tegas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed