Suntikan 20 T untuk Jiwasraya, BMI: Sama Saja Bantu Perampok Melarikan Diri

Rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk membantu penyelesaian klaim Jiwasraya pada 2021 lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) memicu berbagai reaksi.

Ketua Departemen Hukum Dewan Pimoinan Nasional (DPN) Bintang Muda Indonesia (BMI), Ebeneser Ginting menolak keras rencana tersebut. Menurutnya memakai uang negara untuk menyelamatkan Jiwasraya sama halnya dengan membantu para “perampok” melarikan diri.

“Tolak PMN 20 T untuk Jiwasraya, kasus Jiwasraya ini jelas skandal korupsi. Tuntaskan dulu kasusnya, jangan kasus ga tuntas tapi justru rakyat disuruh tanggungjawab,” demikian kata Eben.

Eben menyebut kasus Jiwasraya yang membuat buronan Harun Masiku hilang telah menyesakkan dada ditambah rencana suntikan uang negara untum Jiwasraya ditengah covid-19.

“Kabar kasus jiwasraya bagaimana? Kabar Harun Masiku bagaimana? Kok menjadi abu seperti kejaksaan yg terbakar,” ujar Eben.

Eben menyebut ketidak percayaan publik pada pemerintah, bahkan kepada KPK maupun kabinet kerja memasuki puncaknya di masa pandemi ini

“Kami khawatir Jiwasraya yang jelas disana masih jadi sarang “perampok” lalu diberi lagi asupan dana besar yang seharusnya bisa buat covid-19. Alih-alih masalah selesai, bisa-bisa malah dana itu jadi bahan bancakan lagi yang arahnya nanti istana lagi yang jelek,” ujar Eben.

BMI heran ketika Pansus Jiwasraya tak kunjung dibentuk, namun ironisnya tiba-tiba BUMN itu mau dapat suntikan dana dari pemerintah, itu namanya rakyat dirampok dua kali.

“Nyaris setahun lamanya kasus Jiwasraya tak kunjung terang, lalu Pemerintah memberikan soalusi memberi umpan lagi ke para perampok Jiwasraya melalui dana 20 Triliun, robohlah republik kalau cara bernegara adalah seperti itu,” tegas Eben.

Check Also

BMI Dukung KPK Usut Suap KKP

Bintang Muda Indonesia Mendukung KPK mengusut suap di KKP terkait bibit lobster yang berujung pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *