by

Belajar Dari Gerilya Tan Malaka

“Politik harus dimengerti semua orang, karena politik adalah kehidupan sehari-hari. Politik adalah kecerdasan dalam memahami keadaan. Politik bukan dunia para dewa. Berpolitiklah kamu untuk memperjuangkan hidupmu.”

– Tan Malaka –

Itulah pejantan politik, memperjuangkan hidupmu dan juga sejatinya berjuang untuk masyarakat

Tidak ada yang pasti dalam politik tapi harapan selalu muncul dalam pasang surut karier politik seseorang.

“Politik seperti juga dasarnya hidup, ia mirip apa yang dikatakan Syahrir, harus dipertaruhkan” ujar Aditya Utama, Wasekjen DPN BMI

BMI mengaku mengambil pelajaran dari para pejantan bangsa seperti Syahrir dan Tan Malaka bahkan cucu dari keturunan Tan Malaka menjadi pembina di BMI.

“Hanya saja bagi BMI sikap pejantan politik justru tak diperankan dengan baik oleh orang yang kelas Jendral seperti Moeldoko, Moeldoko bukan jadi pejantan, tapi pecundang, itu sebabnya Moeldoko adalah antitesa atau lawan dari keteladanan Tan Malaka dan Syahrir.

BMI mengajak kader menyerap ilmu Tan Malaka dan Syahrir serta tidak berperilaku seperti pecundang politik Moeldoko

Demokrasi bagi BMI akan memberi tempat pada orang yang punya ide. “Moeldoko tidak punya ide, maka yang dia lakukan menyerobot yang bukan haknya dan tiap saat senang ngopi-ngopi sesama pecundang” ujar Aditya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed