by

BMI: Membebaskan Palestina Bagian Dari Perjuangan Rakyat Indonesia, Presiden Harus Bersikap

Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia Lency Pramono, sebagai Ketua Departemen Kajian Dan Opini Publik meminta agar Presiden berbicara lebih keras soal Kegaduhan yang dibuat Israel di Baitu Maqdis, Yerussalem.

Manuver militer Israel selama satu bulan resmi dimulai hari Ahad (9/5/2021). Manuver yang tercatat sebagai latihan militer terbesar Israel selama beberapa tahun terakhir. Mengingat kondisi ini, kini pertanyaan yang muncul adalah apa alasan dan motif penyelenggaraan manuver yang berlangsung cukup lama, yakni satu bulan?.

Oleh karena itu, penyelenggaraan manuver militer satu bulan ini semakin menunjukkan ketakutan besar Israel atas kondisi keamanannya yang sangat rapuh.

Disis lain manuver ini juga dapat disebut sebagai persiapan menghadapi perang baru.

“Ini Kiblat pertama Umat Islam sebelum Ka’bah, Presiden harus bersikap lebih keras, masak kalah sama Erdogan, apa karena Presiden takut ditelepon Amerika yang notabene banyak dibawah pengaruh Israel” ujar Lency.

Bagi BMI, dominasi Yahudi dalam dunia global terlalu kuat termasuk Amerika dan Indonesia sebagai negara muslim terbesar harusnya melakukan interupsi keras tak boleh takut dengan tekanan negara manapun.

“Ingat kata Bung Karno perjuangan membebaskan Palestina bagian dari perjuangan rakyat Indonesia, Apalagi solidaritas masyarakat dunia sedang kuat-kuatnya, oleh sebab itu seharusnya Presiden ikut bersuara, ini momen bagaimana Indonesia mampu mengembalikan energi perdamaian dunia karena kita negara muslim terbesar, dan sedangkan kemanusiaan yang membuat kita tak boleh membiarkan penjajahan dimanapun, klo itu terjadi pasti kita tumpas dengan semangat Bangsa Indonesia sesuai prembule atau pembukaan UUD 45 Ikut menjaga ketertiban dunia” tegas Lency.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed