by

BMI Nilai Pihak Moeldoko Ajukan Saksi Yang Tidak Kredibel

JAKARTA – Sidang gugatan kubu KLB yang berlangsung di PTUN Jakarta kembali digelar, dimulai pada pukul 10:30 WIB, Kamis (23/09/2021).

Kali ini pihak penggugat mengajukan 2 orang saksi yaitu Wahyu Megahita mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Serang dan Mantan Plt Ketua DPC Kota Ambon, Markus Pentury.

Dalam keterangan di persidangan Wahyu menyatakan bahwa dirinya sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat pada bulan September 2020. Dan dia menyatakan bahwa kehadirannya di KLB Deli Serdang atas undangan Panitia.

Wahyu juga menyatakan bahwa dirinya hadir dalam kongres ke V Partai Demokrat yang diselenggarakan di Jakarta. Dalam keterangannya Wahyu juga menyatakan tidak pernah mengajukan keberatan terhadap hasil Kongres V secara tertulis.

Saat pengacara Tergugat menanyakan kepada Wahyu apakah dirinya tahu kalau proses pembahasan AD/ART juga dibahas saat Kongres ke V, dirinya menjawab tidak tahu. Kemudian dipersidangan diputarkan video proses sidang pembahasan AD/ART yang membuat saksi penggugat terdiam.

Saksi ke 2 pihak penggugat Markus mantan Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Ambon juga ditanyai seputar Kongres V dan KLB Deli Serdang.

Saat memberikan keterangan pers pihak pengacara Tergugat Mehbob menyatakan bahwa kedua saksi yang diajukan oleh pihak penggugat posisinya adalah sudah bukan anggota Partai Demokrat lagi. Mehbob juga mengatakan bahwa patut diduga kedua saksi sudah direkayasa. Saat dipertunjukkan bukti video saksi pihak penggugat kaget dan terdiam.

Ketua umum DPN BMI Farkhan Evendi yang juga hadir di PTUN bersama anggota BMI saat dimintai tanggapannya menyatakan BMI akan terus mengawal gugatan ini hingga tuntas.

“BMI mengawal persidangan ini untuk memastikan pihak KLB tidak melakukan manipulasi fakta, apalagi kita lihat dipersidangan tadi, saksi yang dihadirkan pihak Moeldoko sangat tidak kredibel,” kata Farkhan.

Ia juga menyatakan bahwa BMI akan terus mendorong agar proses hukum ini menghasilkan putusan yang adil dan dapat diterima akal sehat. Farkhan berpendapat, perlawanan terhadap gugatan kubu KLB adalah bentuk perjuangan demokrasi. BMI ingin memastikan agar dikemudian hari tidak ada lagi kekuasaan yang bisa menggangu kemandirian partai politik.

“Agar demokrasi kita menjadi lebih baik, lebih dewasa dan agar partai politik kita benar-benar bisa menjadi rumah perjuangan rakyat,” tuturnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed