by

BMI Tetap Tolak Tax Amnesty Yang Memasuki Jilid II

Tax Amnesty yang membebaskan pengusaha hitam dan pengemplang pajak diaudit kekayaannya asalkan menyetor pajak sekian persen dari harta yang didapat merupakan cara pemerintah memaafkan dengan cara yang salah.

“Bintang Muda Indonesia meminta kepada pemerintah untuk tidak terus menerus memakai cara murahan dalam menjaga ekonomi dalam negeri dengan penerimaan dana memakai langkah yang meniadakan keadilan” ujar Yefri Renaldi, Fungsionaris DPN BMI.

Bintang Muda Indonesia menilai bahwa ini membuat Indonesia nampak tak berdaya didepan kekuatan oligharki.

“Kalau mau lawan oligharki, evaluasi izin tambang sejumlah pengusaha kakap yang merusak lingkungan, kecuali negara memang menjadi tempat pesta pora pengemplang pajak kelas kakap dan pemilik aset tak jelas” tegas Yefri

Bagi BMI sendi utama negara bernama keadilan disini tak ditemukan.
“Negara ini menjadi tempat tak nyaman bagi mereka yang telah jujur membayar pajak atas kezaliman didepan mata ini, APBN bakal makin banyak bocor karena yang tadinya jujur kecewa yang lebih borju diistimewakan, selamat beramah-ramah pada orang-orang begitu dengan hasil tak seberapa dibandingkan bila kita kejar benar aset-aset pengusaha hitam dan pengemplang pajak”tegas Yefri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed