by

Diabaikan PDIP, Ganjar Buka Kedok PDIP Bukan Partai Hargai Kader

Bintang Muda Indonesia, melihat tak dihargainya Ganjar Pranowo Gubernur Jateng dengan tak diundang dalam konsolidasi yang dipimpin Puan Maharani membuka kedok PDIP sebagai partai yang tak menghargai kader ketika berbeda pendapat. Partai yang selalu mendengung dengungkan demokrasi namun tak demokratis.

“Pernyataan Ketua PDIP Jateng yang menilai Ganjar seolah ingin maju sendiri sebagai capres padahal PDIP belum memutuskan harusnya disikapi dengan santai, katanya partai demokratis” tegas Lency Pramono, Ketua Departemen Kebijakan Publik DPN BMI.

Selanjutnya Lency juga menyebut bahwa disinyalir ada perbedaan pendapat. Apakah perbedaan pendapat ini akan mengarah keperpecahan? kami tidak tahu Dan bukan urusan BMI tapi dari sisi penghargaan terhadap kader tentu merupakan terbukanya kedok PDIP sebagai partai yang kaku dan tidak akomodatif.
Dan ini sangat jelas berbeda dengan Partai Demokrat.

“Demokrat justru membiarkan manuver kadernya seperti apa, seperti TGB misalkan, dia akhirnya memilih pindah ke Golkar padahal Demokrat membiarkan dia bergerak bagaimana saja walaupun di internal Demokrat sudah menguat nama AHY ketika itu sebagai capres” tegas Lency.

Disatu sisi BMI menyebut Ganjar dan AHY sangat akrab. “Kami yakin sosok Ganjar ini banyak partai yang bakal meminangnya jadi kader, hanya saran kami kedepan Ganjar tak lagi memilih menjadi kader partai yang anti demokrasi, bisa tak berkembang kader potensial, seperti dirinya”, tegas Lency.

Sebelumnya dikabarkan, Ganjar dalam konsolidasi PDIP Jateng tak dilibatkan karena dihadiri Puan. Ini sunggu sangat tidak bijak. Puan diketahui mulai memasang iklan bergambar dirinya di berbagai sudut kota Indonesia dengan sinyal mau maju Pilpres 2024.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed