by

Ditengah Himpitan Ekonomi Ibu-ibu Terpaksa Mencuri Susu Demi Anak, BMI: Ini Tragedi Kemanusiaan

JAKARTA – Dua emak-emak asal Malang mendadak viral di media sosial dan mengundang keprihatinan dari banyak netizen lantaran kasus yang menjeratnya. Mereka menjadi tersangka atas kasus pencurian susu bayi hingga minyak kayu putih di sebuah toko di Blitar, Jawa Timur.

Keduanya mengaku terpaksa mencuri susu bayi karena kebutuhan yang mendesak. Hal ini kemudian juga mengundang keprihatinan dari Bintang Muda Indonesia (BMI).

Wasekjen DPN BMI, Aditiya Utama, menilai apa yang mendorong pristiwa itu tidak lebih dari efek kemiskinan yang diperparah dengan kebijakan di era pandemi.

“Ditengah kegetiran PPKM mungkin hanya itu yang bisa dilakukan mereka dan apa yang mereka lakukan harusnya menjadi pertanyaan besar kepada para pemangku kebijakan, kenapa sampai mereka melakukan itu,” ujar Aditiya, Rabu (8/9/2022).

Aditiya menilai kasus ini bakal berimplikasi besar bila Aparat enggan melepas mereka apalagi kasus ini sudah diekspose kemana-mana dan mengundang keprihatinan besar dari masyatakat luas.

“DPN BMI mengajak segenap elemen untuk bahu membahu saling peduli, mendukung segenap aksi kepedulian pada dua Ibu ini dan berharap semua pihak memiliki cinta di atas tragedi kemanusiaan ini. Ini tragedi kemanusiaan, bukan kriminal, karena ini menyangkut kebutuhan yang mendesak dan tidak besar juga karena hanya susu dan minyak kayu putih,” ujar Aditiya.

Kepada pemilik toko, atas nama kedua Ibu itu Aditiya menyampaikan permintaan maaf dan berharap pemilik toko tidak bertindak berlebihan apalagi sampai memenjarakan keduanya. Selain itu Aditiya juga mendesak pemerintah untuk lebih aktif memperhatikan dan menolong rakyatnya yang sedang kesusahan.

“Jangan sampai hal semacam ini terulang kembali, apalagi dalam kasus ini dampak dari pandemi adalah himpitan ekonomi yang benar-benar dirasakan rakyat sehingga mempertaruhkan semuanya hanya demi menyelamatkan nyawa anaknya yang masih bayi,” tutur Aditiya.

“Setiap nyawa adalah nafas baru bagi republik dan Ibu mereka adalah darah bagi tanah pertiwi. Nafas baru dan setiap darah harus dilindungi,” tegas Aditya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed