by

Drupadi BMI setuju dengan Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021. Ini alasannya!

CILEDUG – Banyak pendapat-pendapat yang beredar mengenai Permendikbud Ristek ini, salah satu anggota FPKS yang mempertanyakan mengenai pasal 5 ayat 2 huruf L dan M yang dimana isinya:

L. Menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, mencium dan/atau menggosokkan bagian
tubuhnya pada tubuh Korban tanpa persetujuan Korban;
m. Membuka pakaian Korban tanpa persetujuan Korban;

Menanggapi hal tersebut, Pitria Nova Asriani selaku Koordinator Nasional Drupadi BMI menyatakan, bahwa poin-poin yang di paparkan sebenarnya sudah sesuai dengan semestinya.

“Menurut hemat saya segala sesuatu yang tidak mendapatkan persetujuan itu merupakan tindak pemaksaan, sehingga masuk dalam konteks pelecehan seksual.” Ungkap Pitria Nova Asriani.

“Adapun kontroversi mengenai Permendikbud Ristek “melegalkan zina,” saya pikir kita harus jelas dulu mengenai alasan dibuatnya Permendikbud Ristek ini. Hal ini kan dibuat untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap korban, bukannya mereka melakukan sesuatu secara suka sama suka. Kalau suka sama suka itu bukan pelecehan namanya.” Tambah Pitria

Firda A Sirait selaku Pengurus Nasional Drupadi BMI juga menyayangkan pemikiran-pemikiran orang yang menyatakan pasal 5 ayat 2 poin L dan M merupakan hal yang katanya “melegalkan zina”.

“Sebenarnya masalah zina itu kembali ke orangnya masing-masing. Di agama Islam sendiri, Allah SWT sudah menekankan untuk kita sebagai ummat nya menjaga pandangan terhadap yang bukan mahram.” Ungkap Firda

“Jadi kalau berbicara zina, sudah berapa banyak orang yang melakukan zina di dunia ini? Poinnya itu bukan pasal itu melegalkan zina atau tidak, tetapi apakah Permendikbud ini sudah memberikan rasa aman kepada korban pelecehan seksual, dan saya sebagai perempuan merasa ini sudah pas.” Tambah Firda

Firda juga mengungkapkan dari pada pemikiran itu terbuang sia-sia, mending sekarang mulai berpikir bagaimana cara memberantas pelaku kekerasan dan pelecehan seksual yang bukan hanya berada di perguruan tinggi, tetapi juga di sekolah, kantor, dan lingkup masyarakat baik formal maupun non formal.

“Jadi jangan terfokus ke satu hal yang sebenarnya kita sudah tahu arti dan solusinya, tapi coba untuk memposisikan diri kita sebagai korban.” Ungkap Pitria

“Drupadi sudah mengkaji hal ini dan kami semua sudah sepakat untuk mendukung Permendikbud Ristek 30/2021.” Papar Pitria di akhir.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed