by

Era Pandemi, Kemenpraf Lemah Kampanyekan Obat Hebat Tradisional

Wasekjen DPN BMI Indiska Handiana menyebut bahwa kampanye penggunaan obat hebat tradisional harusnya dikampanyekan kemenpraf.

“Daripada urus yang ekonomi kreatif kelas atas terus, lebih baik urus kampanye obat tradisional, bagaimana supaya obat tradisional lebih diminati masyarakat beserta variannya daripada obat-obat kimia yang berbahaya efek sampingnya kalau terlalu banyak digunakan “ujar Indiska Handiana wasekjen BMI, Kamis (3/6/2021).

Lagipula momentumnya tepat saat ini dengan era pandemi dimana masyarakat mencari obat-obatan yang mampu meningkatkan imunitas tubuh

“Akan lebih baik membentuk semacam Pusat promosi Obat Herbal Tradisional Lintas Daerah atau semacam Herbal Centre sebagai keunggulan daerah, dan ekonomi kreatif di daerah tersebut. Seharusnya pemerintah lebih aktif, jadikan kesempatan masa pandemi sebagai peluang mempromosikan obat-obatan tradisional tiap daerah yang banyak jauh lebih murah daripada obat kimia, ini selain menolong ekonomi kreatif tiap daerah juga menolong kesehatan masyarakat saat pandemi” tambah Indiska Handiana Mughni, Wasekjen Bintang Muda Indonesia.

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa cukup besar dapat dikembangkan untuk obat tradisional. Obat Tradisional ini memiliki khasiat penting bagi kesehatan.

Maka kami mengharapkan Airlangga Menko perekonomian selaku ketua satgas penanganan covid-19 dan juga menperaf sandiaga Uno untuk lebih memperhatikan pada obat-obatan herbal, dimana juga bisa bekerjasama atau membuat SKB dengan Kementerian Perdagangan RI ini untuk dapat mengkampanyekan sekaligus mempromosikan dan mengembangkan obat tradisional yang dapat dibeli atau dibagikan gratis kepada masyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed