by

Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, BMI: Semoga Berguna Dan Tidak Hanya Pencitraan

Bintang Muda Indonesia (Jakarta,15 April 2021) – Isu reshuffle di kabinet Indonesia Maju kali ini santer lagi berhembus di berbagai kalangan masyarakat belakangan ini. Kabar reshuffle kabinet Indonesia Maju jilid 2 ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan pendapat dari para ahli dan pengamat politik di tanah air. Boscha Cahya Ketua Departemen Organisasi dan Keanggotaan Bintang Muda Indonesia pun turut mengomentari perihal reshuffle kabinet ini.

“Kita sudah menyaksikan juga reshuffle kabinet Indonesia Maju ini di bulan Desember lalu, ada 6 menteri yang sudah diganti dan kita juga sudah lihat bersama tidak semua memiliki efek yang baik bagi pemerintahan pak Jokowi, ada yang stagnan, bahkan ada yang hanya sibuk ngumpulin pengemis buat pencitraan. Kita sih berharap apabila memang benar adanya reshuffle kabinet dalam pekan ini, tolong kiranya dapat dipikirkan baik-baik oleh Presiden sehingga benar berguna untuk rakyat dan tidak terkesan hanya memenuhi antrian pergantian jabatan dan sekedar berbagi kue ” ujar Boscha.

Salah satu dari beberapa nama yang ramai dibahas adalah Nadiem Makarim yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud). Dia masuk dalam bursa dari kemungkinan Menteri yang akan di reshuffle oleh Jokowi dalam kesempatan kali ini, Nadiem pun dinilai memiliki beberapa kelemahan yang harus dievaluasi.

“Mas Nadiem rasanya kurang terasa performanya di kabinet kali ini karena akibat dari pandemi ini ya, salah satunya pembelajaran jarak jauh ini kan memang kurang dapat diterima masyarakat terkait metode dan bahan pembelajarannya yang tentu tidak bisa secara maksimal diterima oleh para siswa dan mahasiswa. Nadiem ini kan juga anak muda yang diberikan oleh pak Jokowi untuk rakyat Indonesia, saya rasa perlu diberi waktu untuk dapat melanjutkan program-programnya 2 tahun belakangan ini” kata Boscha.

“Pak Jokowi tentu punya penilaian tersendiri untuk menentukan para pembantunya yang beliau inginkan untuk terus menemaninya, tapi tentunya sebagai Presiden memprioritaskan mengganti orang yang telah mencela nilai demokrasi sebagai representasi buruk dari pemerintahan pak Jokowi, mestinya orang seperti Moeldoko yang telah mencoreng nama baik Presiden sebagai simbol penjaga demokrasi di negara ini patut diganti oleh orang lain yang lebih beradab” imbuhnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed