by

Kasus Covid Melonjak, Airlangga Harus Tarik Rem Darurat

Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia, meminta Pemerintah Indonesia segera menarik rem darurat, menyusul melonjaknya jumlah kasus covid-19 pasca periode libur lebaran, yang berkisar dari 100% hingga 2000% di sejumlah daerah.

Namun, pemerintah belum memutuskan untuk melaksanakan pembatasan lebih ketat, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagaimana yang dilaksanakan di sejumlah daerah tahun 2020 lalu.

Sebagai Ketua Umum DPN BMI Farkhan Evendi mengharapkan “Airlangga segera menarik rem darurat atas kasus covid yang melejit dengan berbagai varian baru hari – hari ini”

“kewenangan ada di Airlangga selaku ketua KEN-KPC, bukan level kepala daerah” ujar Farkhan.

Lonjakan covid terjadi di Jatim, Jabar, DKI. Disisi lain Bintang Muda Indonesia menilai bahwa vaksinisasi pun dinilai kurang dikebut kencang.

“Selain itu kemensos harus memastikan ketersediaan bahan pokok rakyat bila tarik rem terjadi, yang jelas Jawa benar-benar kewalahan atas varian baru covid ini” ujar Farkhan.

Kepada sejumlah pengurus BMI di Jawa, Farkhan menghimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap covid yang terus membesar seperti puncak gunung es. Yang saat ini baru terlihat ujungnya.

sampai saat ini BMI belum melihat ketangkasan Airlangga dalam memimpin penanggulangan covid ini.

“Dia kan bisa gerakkan CSR BUMN, dan lain sebagainya, harusnya dia mampu menginisiasi penyelamatan segera nyawa dan ekonomi rakyat” ujar Farkhan.

Justru yang terjadi Airlangga malah membiarkan kerumunan oleh seorang menteri yaitu Sandiaga baru-baru ini yang melibatkan ribuan orang atas nama kampanye pariwisata

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed