by

Kenaikan Tarif Cukai Rokok Bagian Dari Ugal-Ugalan Mbak Sri

SURABAYA – Kenaikan Tarif Cukai Rokok dinilai memberatkan ekonomi rakyat kecil

“Menkeu Sri Mulyani naikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) 12 persen. Tarif rokok resmi naik tahun 2022. Demikian juga harga Elpiji 5,5 Kg & 12 Kg naik Rp. 1.600 – Rp. 2.600. Kenapa pendarahan APBN kembali dibebankan ke rakyat? bukan kepada oligarki istana yg tambah kaya?” Ujar Sultoni dari DPN BMI.

Padahal menurutnya alangkah baiknya jika kalau alasan mengurangi jumlah perokok cukup dengan pemerintah mensosialisasikan dengan lebih aktif ke masyarakat solusi pemerintah

“Menteri keuangan kita sepertinya terlalu sering menutupi pendarahan APBN pada sektor-sektor yang seharusnya menjadi tempat bertahan ekonomi rakyat” imbuh Sultoni.

BMI juga meminta agar rokok ilegal lebih serius diberantas pemerintah daripada mengeluarkan kebijakan aneh tersebut.

“Ciri – ciri negara gagal adalah dengan memberlakukan pajak yang ugal – ugalan kepada rakyatnya sendiri. Silahkan masyarakat menilai apakah Indonesia sudah masuk Failed Nation,” pungkas Sultoni.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed