by

Larangan Ekspor Minyak Sawit; Harga Minyak Goreng Sudah Turunkah?

Minyak sawit dilarang ekspor. Itu adalah jurus pamungkas pemerintah untuk mengatasi kelangkaan dan kemahalan minyak goreng di negeri kita. Sebelumnya, ketetapan pemerintah tentang harga minyak goreng tidak bisa efektif. Pemerintah kalah dari mafia minyak goreng.

Teorinya, dengan pelarangan ekspor harga akan turun. Karena supply akan membludak padahal demand tetap. Tapi sampai hari ini, dua minggu setelah pelarangan, harga memang cenderung menurun tapi belum sampai pada harga penetapan pemerintah. Padahal pelarangan ekspor baru akan dicabut jika harga penetapan pemerintah tercapai.

Petani sawit menjadi korban tak berdosa. Harga tandan buah segar sawit langsung anjlok. Semakin lama pelarangan ekspor berlaku semakin menderita petani sawit.

Mestinya tidak perlu melarang ekspor secara keseluruhan. Seharusnya, pengusaha minyak sawit yang salah, itulah yang dihukum. Yang tidak salah, yang telah menyerahkan DMO sebesar 20 persen, atau bahkan bisa dinaikkan menjadi 30 persen, mestinya boleh tetap mengekspor.

Kuatirnya adalah, ketika harga sawit petani sedang anjlok, lalu dibeli oleh pengusaha, diproses menjadi CPO, kemudian ketika larangan ekspor dicabut, yang menikmatinya adalah pengusaha ekspor minyak sawit. Petani sawit hanya bisa gigit jari. Patandos, istilah di Makassar, patah hati tanpa dosa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed