by

Membangunkan Semangat Juang Bintang – Bintang Muda

Oleh : Sultoni

Ada Pepatah yang begitu melegenda dari Bung Karno yaitu “Berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia”. Pepatah tersebut sepintas terlihat terlalu berlebihan, akan tetapi Bung Karno sudah bisa membuktikan telah berhasil mengguncang dunia melalui gerakan tokoh – tokoh muda hingga berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 27 Agustus 1945.

Pertanyaan nya adalah pemuda yang kriteria bagaimana bisa mewujudkan hal tersebut. Kemerdekaan Indonesia sendiri diraih melalui proses yang panjang, berliku dan penuh dengan pengorbanan. Sejarah mencatat bahwa kerajaan di Nusantara pernah mengalami penjajahan oleh bangsa asing selama ratusan tahun.

Saat itu pemerintah yang masih berupa kerajaan – kerajaan yang terpisah dapat dikuasi oleh penjajah. Banyak cara dilakukan oleh penjajah untuk menguasai, diantaranya :

1. Agresi militer langsung dan menginvasi kerajaan yang mempunyai kekuatan yang lemah.

2. Memecah belah dan mengadu domba sesama warga nya ( Devide et Empera ), dan pada beberapa kerajaan diciptakan kerajaan baru sebagai tandingan.

Awal dari kebangkitan kesadaran para pemuda Nusantara diawali dengan kesadaran untuk bersatu didalam satu wadah dan menanggalkan perbedaan latar belakang, asal usul dan strata sosial. Lahirlah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebagai bentuk komitmen bersama para pemuda untuk berada dalam satu barisan menuju cita-cita luhur yaitu kemerdekaan.

Banyak tokoh pemuda yang ditangkap, dipenjara dan diasingkan oleh penjajah. Akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan tekad dan semangat untuk mewujudkan cita – cita luhur menjadi bangsa yang merdeka dari cengkeraman penjajahan bangsa asing.

Penjara bukanlah tempat yang menakutkan bagi para pejuang. Dan puncak dari perjuangan tersebut adalah dengan di proklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Lalu apakah itu sudah selesai perjuangan ? Jawabannya adalah tidak, bahkan kemerdekaan itu hanyalah gerbang untuk mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang adil, makmur dan sejahtera baldatun toyibatin warabu Ghofur.

Cita – cita luhur bangsa tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945 harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara. Undang – undang dan aturan turunannya wajib hukumnya mengacu pada Pancasila dan UUD 1945 yang tujuannya adalah menjaga dan memuliakan rakyat Indonesia.

Bintang Muda Indonesia lahir sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang bertekad menjaga dan merawat Pancasila dan UUD 1945. Cita – cita BMI adalah merawat dan menjaga Indonesia. Memuliakan rakyat Indonesia Dimata bangsa sendiri dan bangsa asing. Kita pernah menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa asing di zaman dahulu.

Menghargai budaya adiluhung Nusantara adalah salah satu cara dalam mempersatukan seluruh kebhinekaan yang ada. Budaya dalam hal ini bukan hanya dalam bentuk seni tari, seni musik maupun upacara adat akan tetapi budaya luhur bangsa kita adalah gotong royong, tepo seliro (menghargai) dan sebagainya. Bangsa Indonesia sebagai bangsa timur terkenal dengan keramahan dan kelembutannya.

Politik yang sedang dibangun seluruh kader BMI adalah politik yang cerdas, santun dan peduli. Politik yang beradab dan menjadikan perbedaan / kebhinekaan sebagai perekat. Menjadi seorang politikus yang taat azas dan aturan yang telah disepakati bersama seperti yang tertuang dalam AD ART organisasi. Seorang BMI sejati adalah yang bekerja tanpa disuruh dan disiplin tanpa harus diawasi.

Bangkitlah Jiwa Bintang Muda Indonesia…
Merdeka Berjaya Merdeka Berkarya…

BMI… Bergerak… Bergerak… Bergerak !!!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed