by

Penguasa Jangan Khianati Rakyat.

Oleh. Farkhan Evendi

Revolusi menjadi jargon utama Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilres) 2014 lalu. Setelah terpilih lalu Presiden Joko Widodo menerapkan revolusi mental dalam mengelola pemerintahan.

Revolusi mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Namun semangat dari revolusi mental tak nampak sama sekali dalam pelaksanaannya dilapangan.

Sebenarnya Gagasan revolusi mental sudah ada dari dulu, yang pertama kali melontarkannya adalah Presiden Soekarno pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956.

Kala itu Soekarno melihat revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandek. Dan tujuan revolusi untuk kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya belum tercapai.

Jika dulu mengangkat senjata, namun sekarang adalah membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku.

Dalam membangun revolusi mental tidak mudah, karena harus ada Contoh kesadaran. Terutama pada diri Pemimpin dan elite elite pengambil kebijakan Negara yang akan menentukan arah negara yang lebih baik, serta membangun karakter bangsa yang kuat.

Namun selama ini penerapan revolusi mental, seperti “api jauh dari panggang”. Masih banyak persoalan-persoalan kerakyatan yang masih belum sepenuhnya menjadi prioritas utama untuk diselesaikan dengan baik, semisal ; masih banyaknya kemiskinan, dan juga masih banyak masalah-masalah yang lainnya, seperti penegakan hukum yang masih lemah, ekonomi yang amburadul, dan semangat korupsi yang tidak semakin berkurang malah menjadi semangat berjamaah.

Anehnya lagi, dimana partai yang mengusung Jokowi menjadi Presiden malah justru banyak yang tersandung kasus-kasus korupsi. Soal dana Bansos misalkan, dimana kementrian sosial yang diisi oleh kader partai penguasa, tersejat kasus tersebut, dana sosial untuk rakyat malah justru dijadikan bancakan.

Indonesia sedang diujung tanduk, dan saatnya kini kita kembali mengingatkan Pemerintah untuk berhenti mengkhianati rakyat dan kami akan teruskan memgkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak pro rakyat.

Wa Allahu a’lam.

(*) Ketua Umum Bintang Muda Indonesia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed