by

Perguruan Tinggi Terdakwa Akademisi Galau

Menteri koordinator politik Hukum dan Keamanan (MENKO POLHUKAM ) Mahfud MD , menyebut Korupsi di Indonesia semakin parah karena itu, Perguruan Tinggi harus ikut bertanggung jawab.

Dalam keterangannya, Mahfud MD menyebut, pada era Pasca Reformasi, Korupsi sangatlah Meluas dan perguruan tinggi menjadi salah satu Terdakwa Utamanya, sebab para koruptor itu, umumnya adalah lulusan Perguruan Tinggi.

Seperti yang ditulis dan dilansir oleh detiks news Rabu 26 Mei 2021.

“Karena itu, Rektor di Perguruan tinggi harus memperhatikan ini”, ujar Mahfud MD dalam sambutannya di Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ ) DR Ma’mun Murod.

BMI (Bintang muda Indonesia ) Provinsi Banten Sayap Partai Demokrat Yang diwakili oleh Wakil Ketua DPD Provinsi Banten yang juga sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dwi R Santoso yang biasa di sapa bang Sancos menilai pernyataan Mahfud MD sangatlah Berlebihan dan tidak ber alasan, dimana Dunia pendidikan seperti Perguruan tinggi adalah tempat menimba ilmu saling Asah dan asuh berbagi Pengetahuan di berbagai disiplin Ilmu yang diambil oleh seorang Mahasiswa melalui Modul acuan dan tata cara yang telah diatur dan ditetapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan hingga selesai sampai memperoleh gelar Sarjana. Itulah tugas Perguruan Tinggi.

Pernyataan Mahfud MD, Perguruan tinggi sebagai Terdakwa adalah salah alamat dan bisa menyakitkan Hati bagi Civitas akademisi perguruan tinggi se indonesia.

Mari kita lihat kutipan sebuah Pantun dari seseorang yg juga salah satu Akademisi di Universitas provinsi Banten.

Jalan-jalan ke Bekasi

Jangan lupa membawa kuaci

Jadilah Ilmuan berhati suci

Sebagai bekal di akherat nanti

    Korupsi meraja lela

    Raja korupsi di depan mata

    Perguruan tinggi jadi terdakwa

    Tanda dunia sudah merana

Politik tingkat tinggi

Berpolitik kepalang tanggung

Niat baik perlu di uji

Kebenaran terus di dukung

Hendaknya sekelas Mahfud MD tidak mudah Sesumbar dalam memberikan statment dan pernyataan seperti itu di depan para Akademisi serta undangan yang sangat Seremonial dan sederhana dalam pelantikan Rektor Unversitas Muhammadiyah Jakarta DR Ma’mun Murod.

Karena Dunia pendidikan sudah ada yang mengatur dan memberikan Juklak-nya dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai acuan dalam penyampaian akademik sebuah Perguruan Tinggi. Korupsi kembali kepada moral dan pribadi manusianya dan harus diperkuat oleh Agama sebagai Pondasi dalam bertingkah laku, dan itupun sudah ada yang mengatur yaitu Departemen Agama dan KPK harus diperkuat keberadaannya jangan tajam ke bawah tumpul keatas, hukum harus ditegakkan agar KPK menjadi kuat dalam menjalankan tugas Pemberantasan Korupsi.

BMI (BINTANG MUDA INDONESIA ) Provinsi Banten yang diwakili oleh Wakil Ketua DPD Provinsi Banten meminta kepada Mahfud MD untuk Mencabut kembali pernyataannya dan segera meminta maaf kepada seluruh Akademisi Universitas yang ada di Indonesia karena dianggap bisa memancing ke gaduhan dan galaunya dunia Perguruan Tinggi Di Indonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed