by

Tidak Pilih PDIP, Bagian Hak Politik

Hari kelahiran Pancasila yang diantaranya ada peran Bung Karno dilupakan oleh PDIP dengan wacana beberapa waktu lalu dengan berupaya menyederhanakan menjadi Trisila dan Ekasila.

“PDIP partai yang getol berupaya melakukan penyederhanaan kepada Pancasila, kita tak kan mempertaruhkan ideologi kita demi apapun agar NKRI terjaga, Jangan memaksakan mengurangi satupun ruh kebangsaan dalam Pancasila atau kita mau menghinakan akal kolektif para negarawan masa lalu” tegas pitrianova Asriani, Waketum DPN BMI.

Dalam kesempatan lain, Pitria menyebut Pancasila tidak diupayakan dalam kerangka pemenangan pemilu saja tapi kekeliruan melaksanakan Pancasila akan membuat ia menjadi lawan dari Pancasila dan ideologi Bangsa.

“Dengan Nasionalis – Religius Demokrat sangat menyatu dengan Pancasila baik ketika pemilu atau setelahnya, kami BMI menilai PDIP begitu congkaknya, sampai sampai mau menyederhanakan Pancasila, ketika mau pemilu teriak saya pancasila, namun setelahnya malah mau menyederhanakannya menjadi ekasila dan trisila” ujar Pitria.

Disini seolah olah PDIP pemilik tunggal pancasila, yang seenaknya dan sewaktu waktu, bisa mengutak atik nilai nilai pancasila yang sudah baku yang ditetapkan sebagai landasan bangsa dan Negara oleh para bapak bangsa kita.

Herannya lagi sosok Megawati malah dijadikan pengarah di BPIP sebuah Badan yang dianggap negara sebagai Badan yang bisa mensosialisasikan ruh Pancasila.

“Bagi BMI inovasi dalam mengurus bangsa adalah keharusan, tapi menyederhanakan sesuatu yang sudah wajar adalah bentuk dari kesewenang-wenangan dalam bernegara, Pancasila adalah ruh bangsa yang harus terus kita jaga” ujar Fitria.

Hendaknya setiap memperingati Hari Pancasila menjadi momentum untuk merenungi nilai-nilai Pancasila agar landasan berbangsa dan bernegara kita lebih kuat lagi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed